Religi

7 Persiapan Penting Dalam Menyambut Tamu Agung Bulan Suci Ramadhan

Redaksi | Jumat, 03 Mei 2019 - 10:56:27 WIB | dibaca: 179 pembaca

Tak lama lagi kita akan kedatangan tamu agung yakni bulan suci Ramadhan. Maka sudah sepatutnya kita melakukan persiapan dalam rangka menyambut bulan suci tersebut. Hal ini sangat wajar, mengingat bulan Ramadhan merupakan bulan rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari api neraka. Selain itu, Ramadhan adalah bulan yang agung dengan membawa berbagai keutamaan, baik dunia maupun di akhirat.

Maka dari itu untuk menyambut Ramadhan, bulan yang dipenuhi dengan rahmat dan karunia Allah, kita sebagai muslim harus mengadakan persiapan – persiapan yang dianggap perlu dan bermanfaat, terutama dalam meningkatkan takwa kepada Allah S.W.T. Persiapan – persiapan tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama, perbanyak puasa sunnah pada bulan Syaban. Memperbanyak puasa pada bulan Syaban merupakan sunnah Rasul SAW. Dalam sebuah riwayat, dari Aisyah R.A ia berkata, ‘’Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh melainkan pada bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat Rasulullah SAW paling banyak berpuasa dalam sebulan melainkan pada bulan Syaban.’’ (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, dari Usamah bin Zaid R.A ia berkata, aku bertanya, ‘’Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada bulan – bulan lain yang sesering pada bulan Syaban’’. Beliau bersabda, ‘’Itu adalah bulan yang diabaikan oleh orang – orang, yaitu antara bulan Rajab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal – amal diangkat dan dihadapkan kepada Rabb semesta alam, maka aku ingin amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.’’ (HR. Nasai dan Abu Daud serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Namun demikian satu atau dua hari menjelang masuknya bulan Ramadhan dilarang melakukan puasa sunnah, kecuali bagi mereka yang sudah membiasakannya.

Mengenai larangan puasa sunnah tersebut disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad S.A.W : ‘’Jangan kamu dahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali bagi seseorang yang mempuasakan puasa tertentu, maka ia boleh meneruskan puasanya’’. (Hadits Shahih, riwayat Bukhari: 1781 dan Muslim : 1812. teks hadits riwayat al – Bukhari).

Kedua, mempelajari fiqh ash – shiyam (fiqih puasa). Seorang muslim wajib mempelajari ibadah sehari – harinya, termasuk fiqih puasa, karena sebentar lagi kita akan menjalankan kewajiban ibadah puasa. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana cara berpuasa yang benar yaitu sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW agar ibadahnya diterima Allah SWt. Maka sudah sepatutnya menjelang kedatangan Ramadhan, seorang muslim memperbanyak membaca buku – buku tentang puasa dan ibadah lainnya yang berkaitan dengan bulan Ramadhan seperti shalat tarawih, itikaf, dan membaca Al - Qur’an. Persiapan ilmu ini wajib dilakukan oleh seorang muslim untuk memasuki bulan Ramadhan. Dengan ilmu, maka ibadah dapat dilakukan dengan cara yang benar sehingga diterima Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, maka Allah mudahkan pendalaman dalam menuntut ilmu agamanya.’’ (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga, memberi kabar gembira perihal kedatangan bulan Ramadhan kepada umat Islam. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasul SAW. Beliau selalu memberi taushiah (nasehat) menjelang kedatangan Ramadhan dengan memberi kabar gembira tentang keutamaan bulan Ramadhan kepada para sahabat. Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah, beliau mengatakan bahwa menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda, ‘’Telah datang kepada kamu syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan kamu berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu – pintu surga dibuka, pintu – pintu neraka ditutup, syaithan – syaithan dibelunggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam tersebut, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.’’ (HR. Ahmad, An – Nasai dan Al – Baihaqi).

Banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Ramadhan. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah SAW untuk memberi motivasi dan semangat kepada umat Islam untuk memperbanyak beribadah di bulan Ramadhan.

Ibadah puasa Ramadhan merupakan amal yang istimewa, karena ibadah yang lain adalah untuk dirinya sendiri, sedangkan ibadah puasa adalah milik Allah S.W.T. Dalam melaksanakan puasa diharapkan tidak hanya dapat meninggalkan makan, minum dan segala yang membatalkannya, akan tetapi harus dapat menjaga diri dari segala perbuatan yang tercela. Puasa itu diharapkan dapat membentuk sikap mental kita, menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah, beribadah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Mengenai keutamaan ibadah puasa dan keharusan bersikap sabar, disebutkan dalam hadits Qudsi : Allah Azza wa Jalla berfirman : ‘’Setiap amal seorang manusia adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Puasa itu untuk – Ku dan Aku akan memberikan balasan kepadanya. Puasa itu adalah perisai, karena itu apabila salah seorang di antaramu berpuasa, janganlah mengucapkan perkataan yang buruk dan keji, jangan membangkitkan syahwat dan jangan pula mendatangkan kekacauan. Apabila ia dimaki atau ditantang seseorang, maka katakanlah : Aku sedang berpuasa,..’’. (Hadits Shahih, riwayat al – Bukhari : 1771).

Keempat, menjaga kesehatan dan stamina fisik. Persiapan fisik agar tetap sehat dan kuat pada bulan Ramadhan sangat penting. Mengingat kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah. Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik dan penuh semangat. Namun sebaliknya bila seseorang sakit, maka ibadahnya sangat terganggu dan tidak semangat, bahkan bisa jadi tidak bisa melakukan ibadah. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda, ‘’Pergunakanlah kesempatan yang lima sebelum datang yang lima ; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.’’ (HR. Al-Hakim)

Oleh karena itu, menjelang bulan Ramadhan, maka kesehatan dan stamina fisik mesti dijaga. Makan harus teratur. Pola makan yang sehat harus dijaga. Selain itu, istirahat harus cukup.

Kelima, membersihkan rumah, masjid, mushalla, bangunan – bangunan umum di desa (meunasah), dan lingkungan. Islam memerintahkan kita untuk selalu hidup bersih dan sehat. Hal ini terbukti dengan perintah membersihkan diri dan tempat ibadah, terutama ketika ketika kita akan shalat atau melakukan ibadah lainnya.

Terlebih lagi, bulan Ramadhan adalah bulan ibadah. Tentu kita menginginkan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk dalam shalat lima waktu dan tarawih. Allah berfirman, ‘’Sesungguhnya beruntunglah orang – orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya.’’ (Al-Mukminun: 1 – 2). Kekhusyukan dalam ibadah akan mendatangkan ampunan Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ‘’Jika kita menunaikan shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah SWT dengan whudu yang sempurna, tepat waktu dan penuh khusyuk, maka Allah berjanji akan mengampuni dosa – dosa kita. Orang yang tidak melakukan hal itu, dia tidak termasuk dalam janji Allah. Jika Allah menghendaki ampunan, maka Allah mengampuninya. Dan jika Allah menghendaki siksaan, maka Allah akan menyiksanya.’’ (HR. Abu Daud)

Rumah, masjid, dan mushalla yang bersih dan indah tentu akan menciptakan suasana yang nyaman dalam beribadah, sehingga akan mendatangkan kekusyukan dalam beribadah, dan sebaliknya.

Keenam, persiapan finansial (keuangan). Bulan Ramadhan merupakan bulan amal shalih. Di antara amal shalih yang sangat digalakkan pada bulan Ramadhan adalah berinfak dan bersedekah. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, ia berkata, ‘’Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan sikap kedermawannya semakin bertambah pada bulan Ramadhan ketika Malaikat Jibril menemuinya untuk mengajarkan Al – Quran kepadanya. Dan biasanya Jibril mendatanginya setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mengajari Al – Quran . Sungguh keadaan Jibril sangat dermawan pada kebaikan melebihi angin yang berhembus.’’ (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, sudah sepatutnya seorang muslim menyiapkan sebahagian hartanya sebelum kedatangan bulan Ramadhan untuk diinfakkan dan disedekahkan pada bulan Ramadhan untuk orang-orang yang membutuhkan, kegiatan – kegiatan dakwah, dan sebagainya. Begitu pula untuk memberikan bukaan puasa bagi orang yang berpuasa yang sangat dianjurkan oleh Nabi SAW.

Ketujuh, persiapan jiwa dan mental. Hendaklah kita menyambut bulan Ramadhan dengan rasa penuh kegembiraan dan tulus hati serta jiwa yang bersih (taubat). Siapkan diri untuk melakukan berbagai amal shalih dan ibadah pada bulan Ramadhan. Karena pada bulan ini kita akan beribadah puasa dan lainnya dengan optimal dan fulltime selama sebulan penuh. Jiwa dan mental kita harus dipersiapkan dengan penuh keimanan dan ketulusan hati (ikhlas) dalam beribadah. Dengan demikian, maka kesulitan dan sikap malas dalam ibadah bisa diatasi dan dihilangkan. Ibadah pun menjadi terasa mudah dan menyenangkan. Selain itu, hendaklah menyucikan jiwa kita dengan cara bertaubat kepada Allah SWT, agar jiwa kita bersih dari noda dosa. Hendaklah membiasakan diri untuk melakukan ibadah – ibadah sunnah, sehingga kita terlatih dan terbiasa melakukan ibadah yang optimal.

Demikianlah di antara berbagai persiapan yang dapat kita lakukan dalam rangka menyambut kedatangan tamu yang agung dan mulia yang bernama Ramadhan. Mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, keimanan, dan keikhlasan. Raihlah berbagai keutamaan yang dibawa oleh Ramadhan dengan memperbanyak melakukan berbagai amal shalih dan ibadah secara optimal. Semoga kita sukses dalam ujian ibadah di bulan Ramadhan dan meraih berbagai keutamaan yang disediakan dibulan Ramadhan. Amin ya Rabbal Alaamiin!

Reporter : MKM

Editor     : LA_unda