Religi

Bertaubat di Bulan Penuh Berkah dan Ampunan

Redaksi | Jumat, 10 Mei 2019 - 10:00:53 WIB | dibaca: 208 pembaca

Ramadhan adalah bulan yang selalu dinantikan oleh umat muslim di seluruh belahan dunia. Selain bulan penuh berkah, Ramadhan juga merupakan bulan penuh ampunan Allah azza wazalla. Maka banyak orang menyebut bahwa Ramadhan adalah bulan yang mengandung peluang emas untuk bertaubat kepada Allah. Barangsiapa bersungguh – sungguh dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, maka Allah akan memberikan ampunan, dengan pengibaratan seperti bayi yang lahir tanpa dosa.

Rasululah shollallahu alaih wa sallam bersabda, ‘’Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah wajibkan berpuasa dan aku sunnahkan kaum muslimin menegakkan (sholat malam). Barangsiapa berpuasa dengan iman dan mengharap ke – Ridhaan Allah, maka dosanya keluar seperti hari ibunya melahirkannya.’’ (HR Ahmad 1596)

Allah subhanahu wa taala dalam Hadits Qudsi menyeru agar gunakan kesempatan Ramadhan untuk memohon ampun dan kesempatan bertaubat. Karena setiap hari, manusia hidup tidak pernah luput dari

‘’Wahai hamba – hambaKu ! Setiap siang dan malam kalian senantiasa berbuat salah, namun Aku mengampuni semua dosa. Karena itu, mohonlah ampunanKu agar Aku mengampuni kalian.’’ (Hadits Qudsi Riwayat Muslim 4674)

Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam sosok panutan umat Islam, sudah sepantasnya dijadikan tauladan, karena telah membawa jalan yang diridhoi Allah yang maha esa. Rasulullah dikabarkan tidak kurang dalam sehari semalam mengucapkan istighfar seratus kali. Padahal telah dijanjikan oleh Allah akan dihapuskan segenap dosanya yang lalu maupun yang akan datang. Dalam satu riwayat beliau sekali duduk bersama majelis para sahabat beristighfar seratus kali.

‘’Sesungguhnya kami benar – benar menghitung dzikir Rasulullah shollallahu alaih wa sallam dalam satu kali majelis (pertemuan), beliau mengucapkan 100 kali (istighfar dalam majelis): ‘’Ya rabbku, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.’’ (HR Abu Dawud 1295)

Perlu kita ketahui bahwa Ibadah puasa Ramadhan bertujuan untuk membentuk ketaqwaan seorang umat kepada Allah. Ciri – ciri orang bertaqwa adalah tidak akan mau kehilangan kesempatan untuk selalu memohon ampunan atas segala dosa yang pernah diperbuat, dan senantiasa menjalankan perintah Allah  selagi dia masih diberi kesempatan untuk hidup.

‘’Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.’’ (QS Ali Imran ayat 133)

Dalam kitabnya ‘’Yakinlah, Dosa Pasti Diampuni’’, Aidh Al - Qarni menulis mengenai pentingnya bertaubat sebagai berikut:

‘’Saya serukan kepada setiap insan untuk bergegas menuju pelataran Tuhan pemilik langit dan bumi. Dialah Allah yang rahmat-Nya lebih luas dari segala sesuatu, dan pintu ampunan-Nya senantiasa terbuka dari segala penjuru. Anda semua harus tahu bahwa suara yang paling merdu adalah suara orang yang kembali kepada Allah, orang yang membebaskan diri dari penghambaan terhadap setan serta mengarahkan semua anggota tubuhnya menuju kepada Allah semata. Melalui risalah ini, mari kita kenali cara kembali dan bertobat kepada Allah dari segala dosa dan maksiat.’’

Manusia hanya memiliki satu umur. Jika disia – siakan, maka dia akan rugi besar, baik di dunia maupun di akhirat. Pintu taubat selalu terbuka, anugerah Allah selalu dicurahkan, dan kebaikan-Nya senantiasa mengalir, pagi dan siang.

Nabi shollallahu alaih wa sallam bersabda bahwa penghulu istighfar ialah ucapan seorang hamba: ‘’Ya Allah, Engkaulah rabbku. Tidak ada ilah selain Engkau. Engkau telah menciptkanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku senantiasa berada dalam perjanjian dengan-Mu (bersaksi dengan tauhid) dan janji terhadap-Mu selama aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu terhadapku. Aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Engkau.’’ Siapa yang mengucapkannya dengan yakin di siang hari, lalu ia meninggal hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga. Dan siapa saja yang mengucapkannya dengan yakin di malam hari, lalu dia meninggal sebelum subuh, maka dia termasuk penghuni surga.’’ (HR Bukhari 5831)

Dengan menyadari atas segala kesalahan yang pernah kita perbuat, dengan menyadari bahwa Allah  maha pengampun dan penyayang kepada seluruh umatnya, dengan melapangkan hati dan ikhlas untuk segera bertaubat kepada Allah, niscaya ketenangan batin dan kedamaian akan segera dapat kita rasakan. Aamiin.

Sumber hadits : https://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/ramadhan-bulan taubat.htm#.XNTMCdczbIV

Reporter : YRS

Editor     : LA_unda