Hasil Karya

Ciptakan Smart Traffic Light Berbasis Mikrokontroler, Mahasiswa Untag Surabaya Kurangi Kemacetan Jalan Raya

Redaksi | Kamis, 21 Maret 2019 - 10:30:33 WIB | dibaca: 4758 pembaca

Yudi Eka Susanto, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Untag Surabaya menciptakan lampu lalu lintas pintar berbasis Mikrokontroler. Inovasi yang dirancang sedemikian rupa untuk mengurangi kemacetan lalu lintas tersebut, telah berhasil mengantarkan Yudi mendapatkan predikat Skripsi Menarik Fakultas Teknik UNTAG Surabaya.

Sistem yang dirancang oleh Yudi dapat secara otomatis menyesuaikan durasi nyala lampu lalu lintas. Sensor utltrasonic yang dapat mendeteksi kendaraan dalam radius 3-400cm, dirancang sedemikian rupa dan telah melalui tahap pengujian hingga dapat menyesuaikan durasi nyala lampu lalu lintas berdasarkan panjang dan kepadatan lalu lintas.

‘’Smart Traffic Light Berbasis Mikrokontroler, ini digunakan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada jalur yang terjadi penumpukan kendaran dengan memanfaatkan kerja lampu lalu lintas. Untuk mengetahui cara kerja sistem yang telah dibuat sesuai dengan harapan di lapangan, perlu dilakukan pengujian. Proses pengujian meliputi 4 tahap.’’ Papar Yudi.

Pertama – tama yang harus dilakukan, yaitu pengujian sensor ultrasonic terhadap beberapa kendaraan. Dalam tahap ini Yudi menggunakan kendaraan mainan yang difungsikan untuk mengetahui jarak dan waktu sensor ultrasonic terhadap kendaraan mainan tersebut.

Selanjutnya adalah pengujian sensor ultrasonic dengan atmega 16, bertujuan mengetahui fungsi sensor ultrasonic yang dapat bekerja dengan baik. Pada pengujian ini dilakukan pengukuran 4 pin yang ada pada sensor ultrasonic ketika terkena kendaraan mainan dan ketika tidak terkena kendaraan mainan,’imbuhnya.

Tak berhenti sampai di situ, Yudi menerangkan bahwa atmega 16 pun juga diuji dengan LED. Tujuannya juga untuk mengetahui fungsi LED bekerja dengan baik. Pengujian tersebut dilakukan pengukuran ketiga LED pada setiap ruas yang telah terhubung dengan setiap pin yang terdapat di dalam mikrokontroler atmega 16.

‘’Terakhir yang harus dilakukan adalah memastikan pengujian atmega 16 dengan ic 4094, yang bertujuan untuk mengetahui fungsi seven segment dapat bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya. Pengujian dilakukan dengan pengukuran pin pada ic 4094,’’ pungkas Yudi. (UM)

Reporter : YRS

Editor     : LA_unda