Sorotan

FISIP UNTAG Surabaya Terus Tingkatkan Mutu & Kualitas Pendidikan

Kusnan | Selasa, 05 September 2017 - 10:33:36 WIB | dibaca: 263 pembaca

Beberapa Program Studi (Prodi) pada perguruan tinggi dalam negeri telah berhasil mendapatkan sertifikasi dari ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNTAG Surabaya juga berkeinginan untuk mendapatkan assessment process dari AUN-QA untuk meningkatkan kualitasnya.

AUN merupakan organisasi universitas di negara-nagara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) yang didirikan pada November 1995. Kantor permanen Sekretariat didirikan pada tahun 2000 dan terletak di kampus Universitas Chulalongkorn di Bangkok. Adapun tujuan AUN adalah untuk meningkatkan atau menyamakan kualitas standar universitas di ASEAN.

“Tiga prodi strata satu (S1) di FISIP semuanya sudah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Jadi, perlu ditingkatkan lagi seperti mendapatkan pengakuan dari AUN-QA,” kata dekan FISIP UNTAG Surabaya Prof. Dr. Agus Sukristyanto, MS saat ditemui warta17agustus.com di kantornya.

ASEAN University Network bukanlah suatu akreditasi, melainkan sertifikasi berupa assessment process, untuk mendapatkan umpan balik posisi program studi terhadap standar AUN. AUN-QA mengacu ke standar akreditasi International, disusun oleh pakar-pakar QA ASEAN dan dimotori oleh National University of Singapore. Anggota AUN dan prodi yang telah di-asses AUN, mahasiswanya dapat mengikuti program kredit transfer dengan universitas-universitas anggota AUN.

“Untuk bisa dinilai oleh AUN-QA tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti prodi yang bersangkutan bereputasi dan mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Reputasi bisa dibuktikan salah satunya dengan status akreditasi,” jelas guru besar FISIP itu.

Persyaratan umum untuk dapat disertifikasi AUN diantaranya adalah 1) sekurang-kurangnya telah menghasilkan lulusan dalam 10 tahun terakhir, 2) teregister oleh pemerintahan setempat, 3) reputasi, 4) dan kemungkinan untuk transfer kredit (credit transform).

“Kita berupaya untuk bisa masuk AUN-QA, dimulai dari kegiatan-kegiatan dulu yang mengarah ke sana. Kalau sudah siap baru mendatangkan asesor dari AUN-QA,” tegas Prof. Agus.

Sementara itu, Prof. Tan Kay Chuan (Department of Industrial & System Engineering, Faculty of Engineering, National University of Singapore) sebagai salah satu pendiri AUN yang berkesempatan menghadiri seminar AUN di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) Surabaya pada tahun 2015 lalu menjelaskan, 15 kriteria untuk mendapatkan sertifikasi AUN, yaitu 1) Learning outcomes, 2) Programme specification, 3) Programme structure and content, 4) Teaching and learning strategy, 5) Student assessment, 6) Academic staff quality, 7) Support staff quality, 8) Student quality, 9) Student advice and support, 10) facilities and infrastructure, 11) Quality assurance of teaching and learning process, 12) Staff development activities, 13) Stakeholders feedback, 14) output, dan 15) Stakeholder satisfaction.








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)