Teknologi

Frekuensi Jaringan 5G Tak Terburu-buru Diterapkan di Indonesia

Redaksi | Selasa, 02 Juli 2019 - 12:29:42 WIB | dibaca: 162 pembaca

Sejauh ini jaringan 4G telah lama dinikmati dan membantu aktivitas masyarakat di Indonesia. Memasuki tahun 2019, jaringan generasi kelima atau 5G di Indonesia mulai diharap kehadirannya. Setelah beberapa waktu lalu salah satu perusahaan provider telah melakukan uji coba untuk kesekian kalinya dan hal itu mengundang sisi ketertarikan serta pertanyaan dari masyarakat.

Melihat hal ini Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), Ismail, memberikan keterangan pers bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru dalam menyelenggarakan frekuensi jaringan internet generasi kelima tersebut di Indonesia.

‘’Kami akan melakukannya hanya pada saat yang tepat,’’ kata Ismail usai pembukaan Pertemuan Ke-25 ‘’Asia Pacific Telecomunity (APT) Wireless Group’’ yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Senin, (01/07/2019).

Jaringan 5G atau fifth generation (generasi kelima) adalah teknologi terbaru untuk telekomunikasi yang melebihi standar 4G. Teknologi terbaru seluler ini baru direncanakan dirilis pada tahun 2020. Dan jaringan 5G ini diprediksi memiliki kecepatan hingga tiga kali lipat dari kecepatan generasi sebelumnya. Menurut Ismail jangan sampai penyelenggaraan jaringan 5G ini dilakukan terlalu cepat karena teknologi tersebut di dunia juga masih dalam tahap pengembangan.

‘’Tetapi kami juga tidak akan terlalu lama agar Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain dalam penerapannya (jaringan 5G),’’ lanjut Ismail.

Dia mengatakan pemerintah akan menetapkan frekuensi 5G setidaknya setelah Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC) yang dijadwalkan berlangsung di Mesir pada Oktober 2019. Pada tahun ini juga, kata Ismail, pemerintah bersama sejumlah komunitas, termasuk perusahaan operator akan membentuk kelompok kerja khusus untuk mempersiapkan layanan jaringan 5G ini.

Ismail akan merencanakan model bisnis terbaik yang bisa diterapkan oleh operator dalam melayani masyarakat dengan teknologi 5G ini. Ketika ditanya Indonesia akan memilih ekosistem 5G atau 3,5G yang berkembang di dunia saat ini, Ismail menegaskan Indonesia akan ikuti ekosistem yang terbaik yaitu 5G.

‘’Kelompok kerja tersebut termasuk membahas aspek ekonomi dalam penerapan frekuensi 5G. Dengan memilih ekosistem 5G ini, biaya investasi dari operator untuk pengembangan layanan 5G akan lebih efisien,’’ tutup Ismail.

Sumber : https://pemilu.antaranews.com/berita/935617/pemerintah-tak-terburu-buru-selenggarakan-jaringan-5g

Reporter : YRS

Editor     : LA_Unda