Sorotan

INKS UNTAG Surabaya Juara 3 Tingkat Nasional Lomba Public Relations Competition

Kusnan | Rabu, 05 April 2017 - 14:10:08 WIB | dibaca: 656 pembaca

Tim Inovasi Kreatif Mahasiswa Ilmu Komunikasi (INKS) UNTAG Surabaya meraih juara 3 tingkat nasional dalam lomba Komunikasi Fiesta kategori  Public Relations Competition yang digelar BEM dan LPM Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya pada tanggal 30 Maret-1 April 2017.

Komunikasi Fiesta merupakan kompetisi berskala nasional yang bertujuan untuk meningkatkan skill dan potensi generasi muda di bidang ilmu komunikasi. Komunikasi Fiesta tahun ini bertema “Action Needed” mengenai pemanasan global, dengan 5 kategori kompetisi yaitu Public Relations Competition, Advertising Competition, Mural Effect, Creative Video Production, dan Short Movie Production.

Ketua tim INKS Ryan Adi Djauhari saat dikonfirmasi warta17agustus.com mengatakan, masing-masing peserta lomba Komunikasi Fiesta kategori  Public Relations Competition diminta membuat ide kreatif menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah Gununganyar Tambak, Surabaya.

“Kami membuat ide program pengembangan wilayah Gununganyar Tambak menjadi ekonomi biru. Jadi, penyelesaian masalahnya dengan krisis manajemen,” ucap mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 8 itu, Senin (3/4/2017).

Lebih lanjut Rian menjelaskan, Bintang Mangrove merupakan sub unit dari 125 Bank Sampah yang ada di Kota Surabaya. Sub unit ini beroperasi dalam rangka mewujudkan perekonomian penduduk pesisir dengan mengembangkan aspek sumber daya alam yang tersedia. Akan tetapi, perwujudan perekonomian penduduk pesisir yang belum sepenuhnya dipegang pemerintah mengakibatkan banyak penduduk masih membutuhkan pendampingan.

“Inovasi yang akan kami lakukan adalah pengembangan dan pembaruan yang menekankan pada 3 hal yaitu Edukasi, Infrastruktur dan perekonomian penduduk sekitar. Media yang disampaikan merupakan branding lokalisasi pesisir yang akan menjadi objek pengunjung wisatawan. Inovasi tersebut dapat dilakukan dengan pembaruan infrastruktur pembangunan,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama anggota tim INKS Afrida Putri Aryono mengatakan, ekonomi biru merupakan solusi yang lebih ekonomis dibandingkan ekonomi hijau. Untuk membangun desa wisata diperlukan lebih banyak investasi. Sedangkan ekonomi biru akan mengarahkan program berdasarkan keadaan alam. Ekonomi biru juga berpotensi mendorong ekowisata.

“Melihat keadaan sekarang yang ada di daerah Gununganyar Tambak, daerah tersebut terbilang strategis, karna areanya dekat dengan bandara dan di sekitarnya terdapat area wisata lainnya, yang bisa saling terhubung satu sama lain. Seluruh aktifitas dipublikasikan melalui new media dan sosial media,” tambahnya. Putri menyebutkan bagi para pemenang 1, 2, dan 3 mendapat tawaran dari PLN untuk merealisasikan program dengan biaya keseluruhan sebesar Rp 50 juta.

Sementara itu, hadiah yang diterima tim INKS UNTAG Surabaya sebagai juara 3 adalah piala, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp 750 ribu. Dalam mengikuti lomba ini INKS dibimbing dosen Ilmu Komunikasi Prihandari Stvikadewi, M.Med.Kom.

“Tim kami ada tiga orang, yaitu saya sendiri, Ryan Adi Djauhari, dan Ragil Ajeng Pratiwi. Sedangkan juara satunya dari UGM, dan juara 2 dari Unair,” tutup Putri.








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)