berita

ISWI Jawa Timur Bekerjasama Dengan IWATA Selenggarakan Talkshow Women And Leadership In MEA Era

Menik | Kamis, 22 Desember 2016 - 10:16:42 WIB | dibaca: 304 pembaca

Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) Jawa Timur  bekerjasama dengan Ikatan Wanita UNTAG Surabaya (IWATA) selenggarakan talkshow “ Women And Leadership In MEA Era” dalam rangka peringatan hari ibu di gedung Graha Widya lantai 2, kampus UNTAG Surabaya minggu lalu

Dr.Ayun Maduwinarti, MP ketua IWATA dalam sambutannya mengatakan peran ibu sangat luar biasa, seperti pepatah yang mengatakan peran ibu itu dimulai dari buka mata hingga mau malam mau istirahat. Sosok ibu sangat berperan penting dalam kesuksesan seseorang, dibelakang orang sukses pastinya ada sosok ibu yang berjuang besar, bekerja keras dan berdoa terus menerus. Seorang itu adalah orang yang tetap ada walaupun orang lain meninggalkan kita. Di era MEA ini kita dituntut untuk meningkatkan progres dan kualitas usaha kecil menengah untuk mampu memenangkan persaingan baik lokal, nasional maupun internasional.

Prof.Dr.drg.Hj.Ida Aju Brahmasari Dipl,.DHE,.MPA rektor UNTAG Surabaya juga selaku ketua ISWI Jawa Timur mengatakan bahwa kompetensi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari kita melakukan uji kompetensi pada mahasiswa dan mitra di UNTAG Surabaya sudah mempunyai badan Lembaga Sertifiksi Profesi  dan banyak dosen kami yang menjadi asesor untuk bisa memenuhi tuntutan kerja karena mereka kompeten.. Semua wanita berharapan generasinya memiliki kulitas lebih baik dari dirinya. wanita bukan hanya multi tasting tetapi juga multi responbility kita selalu ingat anak, suami, orangtua dan keluarga. Kita mengajak wanita untuk menjadi leader, cerdas menyikapi media sosial sehingga tidak hanya ikut-ikutan sehingga persatuan bangsa tetap terjaga.

Ir. Reny Widya Ketua IWAPI Surabaya selaku narasumber menjelaskan sebagai wanita itu harus multi tasting , bagaimana caranya seorang wanita itu bisa mengoptimalkan seluruh potensi yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga. Di era MEA  banyak peluang bagi wanita untuk berbisnis, peluang bisnis di era MEA bukan hambatan tetapi peluang, selain hukum bisnis kita juga harus membentengi bisnis kita dengan nasionalisme dan pelatihan soft skill.

Drs. Saifullah Yusuf wakil gubernur Jawa Timur juga selaku narasumber menjelaskan kepemimpinan perempuan itu sudah tidak bisa di bendung lagi. Keseteraan gender mengalami kemajuan luar bisa. Tantangannya tinggal bagaimana para perempuan meningkatkan kapasitas, kualitas sehingga bisa bersaing secara obyektif dengan siapapun. Indonesia tidak kurang pemimpin dari kaum perempuan salah satunya Megawati Soekarnoputri. Kepemiminan perempuan terbuka di berbagai bidang. Ada 2 sayap yg mesti kita perhatikan pertama sayap persatuan dan sayap keadilan, Indonesia hadir karena persatuan, perempuan punya kekuatan dan naluri untuk menjaga persatuan, kita harapkan peran perempuan untuk persatuan dan keadilan.








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)