Religi

Karakteristik Pemuda Yang Mampu Membangun Bangsa

Redaksi | Jumat, 15 Maret 2019 - 11:21:59 WIB | dibaca: 64 pembaca

Sebagai menopang kekuatan bangsa, pemuda dituntut untuk profesional dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dengan maksimal, sesuai prosedur yang benar, apapun pekerjaan tersebut. Bersungguh –sungguh, bersemangat, berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan, merupakan hal yang harus dimiliki pemuda.

Dalam agama Islam, kitab suci Al-Qur’an menjelaskan sosok pemuda yang mampu membangun negeri. Digambarkan Ashhabul kahfi, yaitu sekelompok anak muda yang memiliki integritas moral (iman).

Allah berfirman dalam QS. Al – Kahfi : 13, ‘’Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.’’

Rasullah juga menyampaikan dalam haditsnya. Disebutkan dengan kalimat, Syabaabaka Qabla Haramika (Masa mudamu sebelum masa tuamu). Dari ayat dan hadits tersebut tampak bahwa masalah kepemudaan oleh Islam sangat ditekankan. Ditekankan karena tidak saja masa muda adalah masa berbekal untuk hari tua, melainkan juga di masa muda itulah segala kekuatan dahsyat terlihat.

Dalam sejarah, kita mengenal pemuda Mush’ab bin Umair, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan yang lainnya. Karakteristik pemuda yang digambarkan itu adalah, pemuda yang selalu menyeru kepada alhaq (kebenaran), ‘’Dan di antara orang – orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.’’ (QS Al – A’raf : 181).

Selain itu, mereka mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka. Sesuai firman Allah QS. Al – Maidah : 54, ‘’Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.’’

Mereka juga saling melindungi dan saling mengingatkan satu sama lain, serta taat menjalankan ajaran agama Islam. ‘’Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’’ (QS At-Taubah : 71).

Mereka adalah pemuda yang memenuhi janjinya kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Allah berfirman, ‘’(Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.’’ (QS Ar-Ra’d : 20).

Tidak hanya itu, mereka adalah pemuda yang tidak ragu – ragu dalam berkorban dengan jiwa dan harta untuk kepentingan Islam. ‘’Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.’’ (QS Al-Hujurat : 15).

Dan mereka, pemuda yang selalu beribadah kepada Allah dan hatinya senantiasa terpaut dengan masjid.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam bersabda, ‘’Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya, (yaitu): pemimpin yang adil, pemuda yang (tumbuh) selalu beribadah kepada Allah, orang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, orang laki-laki yang senantiasa mengingat Allah (berdzikir kepada-Nya) dalam keseharian sampai air matanya mengalirkan, orang laki-laki yang diajak seorang wanita yang mulia lagi cantik lalu ia berkata, ‘’Aku takut kepada Allah yang menguasai seluruh alam’’, dan orang laki-laki yang bersedekah dan menyembunyikan (amal) sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya.’’ (HR Bukhari dan Muslim)

Melalui para pemuda dengan karakteristik Islam, mereka berhasil menyingkirkan segala macam bentuk kekuatan, kedzaliman. Oleh karena itu, memberikan perhatian, bimbingan, dan kesempatan untuk berkiprah kepada para pemuda, bangsa ini akan mampu bangkit kembali.

Semoga generasi muda bangsa dapat menjadi generasi yang sesuai dengan ajaran agama Islam, sehingga bisa membawa kemaslahatan bagi kehidupan dan perkembangan umat, agama, bangsa, dan negara.

Reporter : MKM

Editor     : LA_unda








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)