Religi

Keutamaan Puasa Hari Arafah

Latifah | Kamis, 31 Agustus 2017 - 08:31:25 WIB | dibaca: 427 pembaca

Setiap umat muslim pasti menginginkan ampunan dari Allah SWT. Sehingga Allah SWT berikan hari terbaik sepanjang tahun untuk hambanya yaitu hari ‘Arafah (09 Zulhijjah). Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW, “ Tidak ada hari yang paling banyak Allah membebaskan hambanya pada hari tersebut dari neraka dari hari ‘Arafah. Maka disunahkan berpuasa pada hari itu (Puasa ‘Arafah) dapat menghapus dosa tahun lalu dan yang akan datang ” (Riwayat Imam Muslim).

Hari Arafah merupakan hari yang mempunyai kelebihan tersendiri. Jika para jemaah haji diwajibkan berada di padang Arafah untuk wuquf di sana, maka yang tidak berkesempatan menunaikan haji dianjurkan untuk berpuasa pada hari itu. Kedatangannya hanya setahun sekali, janganlah disia-siakan. Selain di anjurkan berpuasa juga dianjurkan perbanyak zikir dan berdoa kepada Allah pada hari tersebut.

Dipetik dari beberapa hadis tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa di hari Arafah, antaranya : Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah). Dari Abi Qatadah al-Ansari bahwa Rasulullah SAW telah ditanya mengenai puasa hari Arafah? maka jawab Rasulullah SAW yang artinya : Dikaffarah (ampun dosa) setahun lalu dan setahun akan datang.” (Hadith Riwayat Imam Muslim)

Selain itu, memang pada hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari - hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah, seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: " Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama – lamanya atau menjadi syahid. " (HR Bukhari)

Sedangkan bagi mereka yang melakukan ibadah haji disunahkan untuk tidak berpuasa pada hari ‘Arafah dan menyalahi perkara yang utama jika mereka berpuasa juga pada hari itu. Berdasarkan apa yang diriwayatkan dari Ummu al-Fadhl binti al-Harith : Ramai di kalangan sahabat Rasulullah SAW yang ragu-ragu tentang berpuasa pada hari ‘Arafah sedangkan kami berada di sana bersama Rasulullah SAW, lalu aku membawa kepada Baginda satu bekas yang berisi susu sewaktu Baginda berada di ‘Arafah lantas Baginda meminumnya. (Hadith Riwayat Imam Muslim)

Juga dari hadith yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang berpuasa pada Hari ‘Arafah bagi mereka yang berada di ‘Arafah. (Hadith Riwayat Abu Dawud dan an-Nasa’ie; at-Thabrani dari Aisyah rha) (dirangkum oleh Latifah Unda)

Sumber : https://www.mozaikislam.com/648/keutamaan-puasa-hari-arafah-hari-sebelum-idul-adha.htm








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)