Hasil Karya

Mahasiswa UNTAG Surabaya Membuat Prototype Spray Pestisida Elektrik untuk Petani di Gresik

Latifah | Selasa, 26 Juni 2018 - 11:40:12 WIB | dibaca: 186 pembaca

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNTAG Surabaya Semester Genap 2017/2018 di Desa Katimoho Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik membuat Perakitan Prototype Alat Spray Pestisida Elektrik (27/05/18). Alat yang dibuat oleh Devisi Teknologi Tepat Guna (TTG) itu diharapkan dapat mempermudah petani dalam bercocok tanam.

 

Moch. Michaiel Ridwan Ketua Devisi TTG mengatakan, pengembangan teknologi tepat guna tersebut untuk meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya menjaga kesehatan salah satunya ketika pemakaian alat ketika bekerja.

 

''Kami ingin memberdayakan Kelompok Tani Desa Katimoho, karena sebagian penduduk mempuyai mata pencaharian bertani. Salah satu bentuk pemberdayaan yang kami lakukan adalah penyuluhan tentang cara membuat alat spray pestisida dengan harga yang terjangkau,'' ucap mahasiswa Jurusan Teknik Industri itu saat dikonfirmasi warta17agustus.com.

 

Ridwan menjelaskan, point tambahan lainnya jika alat tersebut mempunyai banyak peminat maka akan bisa dikomersilkan (dijual). Dengan begitu, akan menambah pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk unggulan, yang mana harapannya dapat mewujudkan keberdayaan dan meningkatkan kapasitas masyarakat.

 

''Semoga bisa mewujudkan desa atau kelurahan yang menjadi pusat kajian sekaligus rujukan pemberdayaan masyarakat.'' harap laki-laki asal Sidoarjo itu.

 

Pada kesempatan yang sama Yoga Anggara Putra Koordinator Perakitan Prototype Alat Spray Pestisida Elektrik menjelaskan prototype tersebut merupakan alat bantu berupa sprayer gendong semi otomatis yang memiliki bentuk fisik berupa tabung berisi pupuk yang digendong dengan selang yang menghubungkan tabung ke tongkat sprayer di mana pupuk akan disemprotkan keluar.

 

''Pada sprayer gendong semi-otomatis yang sudah beredar dan banyak digunakan terdapat beberapa masalah yang menyebabkan penggunaan alat ini kurang optimal. Selain itu pada penggunaan alat yang lama itu tenaga manusia masih berperan sangat besar, sehingga hasil dari proses pemupukan masih dipengaruhi oleh faktor kelelahan fisik operator,'' paparnya.

 

Berbeda dengan alat penyemprot elektrik, terangnya, karena otomatis para petani tidak perlu untuk memompa sekuat tenaga dan membawa beban air karena alat tersebut tidak ada penampung air sehingga alat yang dibawa ringan dan tidak terbebani.

 

''Alat yang kami buat ini semoga dapat membantu dan mempermudah petani dalam bercocok tanam,'' ujar Yoga.








Komentar Via Website : 5
cara menyembuhkan pterigium
07 Agustus 2018 - 09:31:00 WIB
makasih infonya gan sukses selalu
cara menyembuhkan mata koloboma
14 September 2018 - 09:04:08 WIB
terimakasih infonya sangat bermanfaat
manfaat air teh untuk mata
09 Oktober 2018 - 15:39:08 WIB
terimakasih infonya sangat bermanfaat
harga dan manfaat zedoril 7
11 Oktober 2018 - 13:35:11 WIB
terimakasih infonya sangat bermanfaat
bahaya penyakit miom dan cara menyembuhkanya
15 Oktober 2018 - 09:58:47 WIB
mantap informasinya
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)