berita

Menekan Konten Negatif di Era Digital Melalui Siberkreasi Netizen Fair 2019

Yogi | Selasa, 08 Oktober 2019 - 12:01:10 WIB | dibaca: 321 pembaca

Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi Netizen Fair 2019 kembali digelar di kota Kasablanka, Jakarta Selatan (05/10/2019). Gerakan yang bertujuan menanggulangi bahaya konten negatif di dunia maya serta mendorong minat literasi digital dalam masyarakat tersebut, saat ini telah diikuti sebanyak 103 organisasi penggiat literasi digital.

Menteri Momunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan bahwa gerakan yang merupakan inisiatif multi stakeholders yang terdiri dari kementerian, akademisi, komunitas, media tersebut diawali dari kekhawatiran akan dampak konten -  konten negatif yang telah tersebar di media sosial. Karena hal tersebut, literasi digital dinilai penting karena tingkat pengetahuan masyarakat masih belum baik.

‘’Literasi literasi digital penting bagi kita, karena tingkat literasi masyarakat Indonesia tentang digital belum baik, dan digital ini cepat datangnya sementara kita tidak mempersiapkan diri,’’ Ucap Rudiantara dalam acara Siberkreasi.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel A Pangerapan, mengatakan bahwa Gerakan tersebut digelar untuk mendorong konten - konten positif, khususnya literasi digital dengan harapan dapat menekan dampak yang terjadi terhadap masyarakat luas akibat tersebarnya konten – konten negatif yang tersebar di media sosial.

‘’Dengan gerakan ini, konten - konten negatif tidak lagi diblok, tapi menumbuhkan konten positif, yang akhirnya masyarakat punya pilihan,’’ kata Semuel.

Tidak hanya itu, Semuel A Pengerapan juga menambahkan, jauh sebelum menjadi sebuah yayasan seperti saat ini, awalnya Siberkreasi merupakan cara pemerintah untuk melibatkan semua sektor dalam literasi digital. Dalam hal ini netizen juga termasuk di dalamnya.

‘’Saat ini Siberkreasi beranggotakan 103 organisasi. Gerakan Siberkreasi juga ada di 450 kota atau kabupaten yang bekerjasama dengan relawan digital, dan 12.000 pandu digital,’’ kata Semuel.

Terakhir Samuel mengatakan bahwa untuk saat ini telah ada puluhan ribu masyarakat yang berpartisipasi dan mendaftarkan diri dalam Gerakan nasional Literasi Digital Siberkerasi Netizen 2019 tersebut. Dalam kegiatan itu masyarakat akan diasah kemampuannya dalam berbagai bidang keterampilan.

‘’Sebanyak 20.000 masyarakat mendaftar untuk acara ini hari ini. Ada kelas paralel untuk membuat tulisan, membuat video, pelatihan coding, dan juga kelas untuk memanfaatkan handphone kita menjadi lebih produktif,’’ tutup Semuel.

Sumber : https://www.kominfo.go.id/content/detail/21967/dorong-literasi-digital-siberkreasi-netizen-fair-2019-kembali-digelar/0/sorotan_media