Sorotan

Menristekdikti : Lembaga Pendidikan Agama Lahirkan Generasi Yang Mampu Mengaji & Mengkaji

Ma`arif | Selasa, 01 Oktober 2019 - 11:28:39 WIB | dibaca: 4754 pembaca

Selain ilmu agama, pesantren dan sekolah agama Islam di Indonesia diharapkan mampu melahirkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) secara terbaru dan terus menerus. Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memberikan Kuliah Umum di salah satu Sekolah Tinggi Agama Islam, Sabtu (28/9/2019).

Menteri Nasir mengingatkan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas spiritual, akademis maupun sosial dalam menghadapi tantangan di era industri 4.0. Untuk itu, ia mendorong pesantren tidak hanya menjadi pusat intelektual di bidang agama, namun pesantren juga harus mampu melahirkan inventor yang mampu menghasilkan inovasi.

‘’Saya berharap dari pesantren lahir generasi – generasi muda Indonesia yang tidak hanya mampu mengaji tetapi juga mampu mengkaji, yang tidak hanya berzikir tetapi juga terus berfikir, yang tidak hanya mampu mengolah jiwa tetapi juga menguasai iptek untuk mengolah data, tidak hanya lembaga pendidikan yang menghasilkan para scholars, tetapi juga akan lahir para inventor,’’ ujar Menristekdikti.

Menteri Nasir menambahkan sebagai negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar dunia maka Studi Islam di Indonesia hendaknya didorong menjadi rujukan studi Islam dunia. Oleh karena itu, Institusi Pendidikan Islam Indonesia harus mampu membangun branding agar dikenal di seluruh dunia.

‘’Cita - cita Indonesia menjadi destinasi studi Islam dunia bukan lagi sekedar mimpi. Yang terpenting adalah bagaimana setiap lembaga mampu merumuskan Institutional Branding-nya sehingga wajah Islam Indonesia menjadi pilihan destinasi studi Islam dunia,’’ ucapnya.

Di hadapan mahasiswa, Menristekdikti berharap agar memiliki rasa bangga menjadi seorang santri, karena dirinya dulu juga merupakan santri di pesantren yang sama.

‘’Saya ini nyantri di Sarang pada tahun 1973 - 1978. Saya dulu tidak pernah membayangkan bahwa saya akan terpilih menjadi Rektor, apalagi menjadi Menteri seperti sekarang ini. Maka kalian patut berbangga karena menjadi santri,’’ imbuhnya.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2019/09/30/21234201/pesantren-didorong-mampu-lahirkan-inovator-iptek