prestasi

Minimnya Waktu Latihan Tidak Menghambat Tim Debat Untag Surabaya Raih Juara 2 Lomba Nasional

Ma`arif | Jumat, 04 Oktober 2019 - 09:32:54 WIB | dibaca: 5029 pembaca

Tiga Mahasiswa Untag Surabaya berhasil meraih juara 2 Kompetisi Debat Nasional VOTDEC 2019 (Vocational Talkshow, Debate, and Essay Competition) yang diselenggarakan Universitas Airlangga Surabaya pada tanggal 21 – 22 September 2019. Tiga mahasiswa tersebut adalah Agung Wirya Saputra, Dwi Putri Sartika, dan Ricky Alejandro Martin yang tergabung dalam satu tim sebagai satu – satunya perwakilan Untag Surabaya.

Salah satu anggota tim, Dwi Putri Sartika menjelaskan, debat Nasional VOTDEC 2019 (Vocational Talkshow, Debate, and Essay Competition) adalah kompetisi yang diadakan oleh BEM Fakultas Vokasi Universitas Airlangga Surabaya yang bertemakan ‘’Pergerakan Mahasiswa Nasional di Era Revolusi Industri 4.0.’’ dengan sub tema terdiri dari pendidikan dan teknologi, ekonomi dan bisnis, kesehatan serta politik.

‘’Ini merupakan kali pertama kita mengikuti ajang debat di Unair setelah sebelumnya mengikuti lomba debat dari berbagai kampus Jawa Timur. Jumlah peserta lomba kemarin sebanyak 16 tim dari 6 kampus yang mengikutinya. Karena ini merupakan event Nasional maka bukan hanya kampus Jatim saja yang ikut,’’ ujarnya saat wawancara berlangsung, (01/10/19).

Lebih lanjut, Putri menambahkan untuk teknis debatnya menggunakan sistem acak, jadi mosi yang akan di debatkan akan diberitahukan secara acak dan pada waktu debat akan dimulai.

‘’Kebanyakan peserta yang mengikuti pasti dari Unair karena sebagai tuan rumah. Walaupun dari Untag hanya ada satu perwakilan tim tetapi kita tidak patah semangat dan terus optimis. Alhamdulillah kita dapat juara 2,’’imbuhnya.

Sementara itu, Ricky Alejandro Martin mengatakan kendala yang dihadapi hanya kurangnya waktu untuk bertemu anggota satu tim, akibatnya latihan kurang optimal dan pembangunan kemistri tidak seperti sebelumnya. Tetapi itu bisa diatasi dengan kesadaran setiap anggota untuk saling mengingatkan dan tidak mementingkan egonya masing – masing.

‘’Sempat ada kendala karena kurangnya waktu untuk latihan, sehingga kemistri yang kita bangun mulai hilang lagi. Akibatnya saat debat pada hari pertama kita saling memberikan argument yang berbeda antar anggota dalam satu tim dengan lebih mementingkan ideologi kita masing – masing. Tetapi kita sadar kalau itu salah dan harus dirubah,’’ kata mahasiswa kelahiran Surabaya itu.

Terakhir, maahasiswa semester 5 Fakultas Psikologi Untag Surabaya berharap akan ada kader baru yang lahir dari setiap jurusan, dengan tujuan akan mempermudah kampus sendiri dalam menyaring mahasiswa yang akan diikutkan dalam perlombaan. Sehingga bukan hanya satu tim saja perwakilan dari Untag tetapi ada lebih banyak lagi yang ikut berpartisipasi dalam mengharumkan nama Untag lewat lomba debat.     

‘’Sambil menunggu Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tahun depan, kita akan terus melakukan sparing dengan mengikuti lomba – lomba debat seperti ini. Sedangkan untuk event terdekat, kita akan mengikuti lomba debat Nasional lagi yang diadakan oleh Fakultas Iilmu Budaya Unair sekitar bulan Oktober atau November tahun ini. Harapannya semoga juara lagi,’’ harap Ricky.