Karya Ilmiah

Optimasi Waktu Sandar Kapal untuk Meningkatkan Kinerja Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Kusnan | Rabu, 15 Maret 2017 - 11:18:59 WIB | dibaca: 372 pembaca

Masalah kinerja pelayanan sering dijumpai dalam operasional pelabuhan, begitu juga dengan Pelabuhan Tanjung Perak. Berdasarkan masalah ini Amilia Lalita Ivana mahasiswa Jurusan Teknik Sipil UNTAG Surabaya tertarik untuk melakukan penelitian tentang ‘Optimasi Waktu Sandar Kapal untuk Meningkatkan Kinerja Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya’.

Amilia mengatakan, Indonesia merupakan negara maritim, yaitu negara yang berada dalam wilayah teritorial laut yang sangat luas. Negara maritim sangat erat kaitannya dengan pelayaran, pelayaran sendiri memiliki peran penting dalam bidang sosial, ekonomi, pertahanan dan keamanan. Bidang kegiatan pelayaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu pelayaran niaga dan bukan niaga.

Selain negara maritim, lanjut dia, Indonesia juga merupakan negara kepulauan, dengan jumlah pulau lebih dari 17.000 pulau dengan total luas wilayah Indonesia adalah 2.001.648,97 km2. Luas daratan 1.904.569 km², sedangkan luas wilayah laut adalah 96.079,15 km². Dengan sangat luasnya wilayah Indonesia kegiatan angkutan penumpang ataupun barang, menjadi sangat penting untuk menghubungkan antar pulau, maka dari itu membutuhkan pelabuhan.

Mengutip pendapat Triatmodjo (2010), Amilia menjelaskan pelabuhan (port) adalah daerah perairan yang terlindungi terhadap gelombang, yang dilengkapi dengan fasilitas terminal laut meliputi dermaga dimana kapal dapat bertambat untuk bongkar muat barang, kran-kran (crane) untuk bongkar muat barang, gudang laut (transito) dan tempat-tempat penyimpanan dimana kapal membongkar muatannya, dan gudang-gudang di mana barang-barang dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama selama menunggu pengiriman ke daerah tujuan atau pengapalan.

Dengan masih mengutip penjelasan Triatmodjo (2010) Amilia mempaparkan dermaga adalah bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapatnya kapal dan menambatkannya pada waktu bongkar muat barang. Ada dua macam dermaga yaitu yang berada di garis pantai dan sejajar dengan pantai yang disebut dengan wharf dan yang menjorok (tegak lurus) pantai yang disebut pier atau jetty. Pada pelabuhan barang, dibelakang dermaga harus terdapat halaman yang cukup luas untuk menempatkan barang-barang selama menunggu pengapalan atau angkutan ke darat. Dermaga juga dilengkapi dengam kran atau alat bongkar-muat lainnya untuk mengangkut barang dari kapal ke kapal.

Mahasiswa alumni SMA Trimurti Surabaya tersebut mengungkapkan, masalah kinerja pelayanan sering dijumpai dalam operasional pelabuhan, begitu juga dengan Pelabuhan Tanjung Perak. Banyaknya antrian kapal karena harus menunggu kapal yang belum selesai melakukan aktivitas di dermaga adalah salah satu akibat kurang tepatnya manajemen pengoperasian pelabuhan.

“Salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan pelayanan adalah lamanya waktu sandar yang dibutuhkan kapal di pelabuhan,” ucap Amilia kepada warta17agustus.com melalui sosial media, Selasa (15/3/2017).

Menurutnya pelayanan penyeberangan akan optimal, apabila waktu sandar penyeberangan dapat ditekan seminimal mungkin. Dalam menekan waktu sandar penyeberangan tersebut dibutuhkan pengaturan jadwal pemberangkatan.

“Penelitian saya ini masih proses, dengan ingin menjawab apa saja penyebab pelayanan pengangkutan tidak berjalan dengan optimal, bagaimana mengatasi pelayanan pengangkutan dengan meminimalisasi waktu sandar kapal, dan apakah dengan meminimalisasi waktu sandar kapal dapat mengoptimalkan kapasitas angkut,” tutup mahasiswa kelahiran Sidoarjo, 7 Juni 1996. Dalam melakukan penelitiannya itu, Amilia dibimbing oleh Ir. Hary Moetriono, M.Sc








Komentar Via Website : 2
obat batu ginjal
05 April 2017 - 13:29:53 WIB
alhamdulillah, istiqomahkan :) https://goo.gl/io3FGZ | http://ow.ly/lFK730azTQp
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)