berita

Panggelaran Wayang Kulit Dies Natalis UNTAG Surabaya ke 59 Memukau Para Penonton

Latifah | Selasa, 12 September 2017 - 08:37:14 WIB | dibaca: 37 pembaca

Panggelaran wayang kulit dengan Lakon Wahyu Cakraningrat dalam acara dies natalis UNTAG Surabaya ke - 59 (1958 – 2017), Sabtu 9 September 2017 mengundang banyak penonton. Acara bertempat di lapangan parkir timur UNTAG Surabaya tersebut menyajikan banyak hal unik dalam pertunjukan kesenian khas Jawa ini, salah satunya dengan mendatangkan Agnes Serfozo, sinden asal Hungaria.

Salah satu acara tahunan UNTAG Surabaya untuk memperingati Dies Natalis sekaligus sebagai bagian dari Campus Social Responsibility untuk menyebarluaskan budaya Indonesia kepada masyarakat tersebut dibuka dengan penampilan wayang anak yang tergabung dalam Sanggar Baladhewa. Pertunjukan oleh dalang cilik Dimas Wijayasena dengan lakon Dewaruci dan juga sinden Dimas Niken Salindri itu mampu memukau penonton. 

Lanjut dengan pertunjukan utama yakni penampilan Ki Purbo Asmoro dengan lakon Wahyu Cakraningrat yang banyak di nantikan para pencinta Seni Jawa ini. Cerita yang dikisahkan Ki Purbo mengisahkan tentang pencarian Wahyu Cakraningrat yaitu roh dari Batara Cakraningrat. Keberadaan cakraningrat dapat memberikan kekuasaan bagi siapa pun yang memilikinya. Karena itu, para kesatria berlomba-lomba mencarinya.

Di sela – sela cerita, Ki Purbo pun tak jarang menyelipkan komentar tentang permasalahan di Indonesia saat ini. Terutama tentang hebatnya kekuasaan. " Yen berkuasa, nyolong, korupsi, ning penjara mek telong (3) bulan, " Celetuk Ki Purbo.

Selain itu, yang paling menjadi perhatian penonton dalam acara Kampus Merah Putih UNTAG Surabaya itu adalah adanya Agnes Serfozo, sinden asal Hungaria. Wajah bulenya di antara sinden yang lain memang kentara. Namun, ketika Agnes berbicara, logat dan pelafalan Bahasa jawa tidak ada bedanya, intinya njawani. ” Sampun kerasan teng Jawi,” ucapnya dalam bahasa krama inggil.

Dia mengaku tidak memiliki keturunan seni, agnes belajar seni ini karena tertarik pada kesenian jawa. " Orang tua tidak ada yang memiliki keturunan seni, mulai dari ibu adalah sarjana ekonomi. Sementara ayah merupakan ahli bangunan pencakar langit. Tetapi memang saya sangat tertarik pada kesenian tersebut. Maklum, karena kesenian ini tidak ada di negara Hungaria, " Ungkapnya

Selain itu hal berbeda lainnya adalah adanya Kitsie Emerson penabuh kendang wanita asal Michigan Amerika, ikut memeriahkan pagelaran wayang kulit Dies Natalis UNTAG Surabaya ke – 59 tersebut.

Pagelaran Wayang kali ini diramaikan pula dengan kehadiran Sinden asal Hungaria, Agnes Servoso, sinden cilik Dimas Niken Salindri, juga lawak Pendik Ding Tak Tong, Lupus dan Ndemo. Yang menarik, pada pk. 19.00, di awal acara akan dibuka dengan penampilan wayang anak, di mana dalang, sinden dan pemain karawitannya semua adalah anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Baladhewa. Panitia menyiapkan cukup banyak Doorprhize, berupa elektronik dan aneka produk, hadiah utama satu unit sepeda motor.








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)