Artikel

Penjara Dengan Kecerdasan Buatan di China, Membuat Narapidana Tak Berkutik

Redaksi | Kamis, 11 April 2019 - 10:57:27 WIB | dibaca: 228 pembaca

 

Negara Tirai Bambu, China, baru saja menyelesaikan pembangunan sistem keamanan yang mereka sematkan pada sel penjara di Yangcheng. Sistem keamanan tersebut telah mengadopsi teknologi kecerdasan buatan, dengan tujuan untuk selalu mengawasi narapidana Yangcheng, termasuk para penjahat VVIP. Bahkan gerak – gerik dan tingkahlaku aneh yang mereka lakukan di dalam sel pun, bisa dilaporkan secara detil dengan bantuan teknologi tersebut. Sistem pintar ini diciptakan oleh beberapa insitut penelitian, seperti Universitas Tianjin dan perusahaan teknologi pengawasan Tiandy.

Dilaporkan oleh South China Morning Post pada Senin (1/4/2019), sistem ini bekerja dengan menggunakan kamera yang akan selalu mengintai tindak tanduk narapidana di dalam fasilitas seluas 40 hektar tersebut. Hasil rekaman pada kamera berikutnya akan tersambung pada sebuah computer dengan teknologi kecerdasan buatan, setelah itu akan dideteksi dengan fungsi identifikasi wajah dan analisis gerakan. Dari hasil tersebut kemudian akan memberikan laporan lengkap berisi analisis perilaku setiap narapidana yang berada dalam sel tersebut.

Jika semua dirasa aman dan sama sekali tidak ada yang mencurigakan, maka laporan yang diproses oleh alat canggih tersebut akan langsung disimpan dalam arsip. Tapi jika komputer mendeteksi perilaku narapidana yang kurang wajar, seperti narapidana melakukan gerakan maju atau mundur dan berpindah tempat untuk durasi waktu tertentu di dalam sel, teknologi kecerdasan buatan ini akan menyalakan alarm agar sipir dapat melakukan pemeriksaan secara langsung.

Juru bicara proyek dari Tiandy, Meng Qingbao, berkata bahwa dengan adanya sistem tersebut, menurutnya napi kabur dari penjara adalah sesuatu yang hanya akan menjadi sejarah atau secara singkatnya hal itu tidak akan pernah terjadi lagi. Pasalnya, sistem ini akan selalu mengetahui di mana narapidana. ‘’teknologi mutakhir tersebut membuat kamera mampu mengikuti 200 wajah sekaligus,’’ ujar Meng Qingbao.

Sementara itu seorang yang juga terlibat dalam proyek tersebut, Ding Zhenyang dari Tianjin University mengatakan hal senada. Dia memiliki alasan karena sistem tidak hanya terhubung dengan kamera, tetapi juga sensor fiber optik yang bisa mendeteksi gerakan tanah. Dengan begitu jika ada narapidana yang mencoba untuk merusak kamera dan berusaha untuk kabur lewat terowongan bawah tanah, sistem akantetap dengan mudah bisa menangkap nara pidana yang bberusaha kabur tersebut.

Sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com/2019/04/08/super-canggih-napi-pun-dibuat-tak-berdaya-oleh-teknologi-pintar-ai-upaya-kabur-tinggal-kenangan

Reporter : YRS

Editor     : LA_unda

 

 








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)