berita

Pentingnya Pemahaman Peran Manajemen Kontruksi Kepada Mahasiswa Baru Teknik Sipil

Yogi | Selasa, 17 September 2019 - 10:27:48 WIB | dibaca: 4749 pembaca

Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Untag Surabaya mengadakan workshop Kuliah Perdana 2019 dengan tajuk ‘’Peran Manajemen Kontruksi’’ hari Senin, (16/09/2019). Workshop bertempat di Gedung Prof. Dr. H. Roeslan Abdulghani lantai 2, yang dikhususkan untuk mahasiswa baru tersebut dihadiri oleh Galih Seta Lazuardhi, S.T., M.T., sebagai pemateri.

Galih Seta Lazuardhi, S.T., M.T., dalam kesempatannya mengatakan, bahwa dalam pengerjaan sebuah proyek harus ada pemetaan dan perencanaan terlebih dahulu. Hal tersebut sudah menjadi keharusan, supaya proyek yang dikerjakan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Owner.

‘’Sebelum kita mengajukan penawaran sebuah proyek, harus ada maping terlebih dahulu, supaya pengerjaannya lebih teratur, dan efisien. Jadi semisal pelaksanaannya tidak sesuai dengan perencanaan, berarti urutan kerja atau metode kerjanya yang harus kita diperbaiki,’’ ujar Contract & Risk Expert Assistant tersebut.

Tidak hanya itu, Alumni Teknik Sipil Untag Surabaya tersebut juga menambahkan, bahwa jika terjadi sesuatu di luar perencanaan, atau waktu pengerjaan melebihi deadline yang telah ditentukan, maka sebagai seorang kontraktor harus dapat mencari jalan keluar supaya proyek tersebut tetap sesuai dengan perencanaan.

‘’Jika kita sudah menentukan deadline untuk pengerjaan harusnya selesai pada tanggal teretentu, namun pada pelaksanaannya pekerjaan tersebut melebihi deadline. Solusinya untuk mengejar deadline yang tertinggal maka bisa tidak bisa harus menambah dana untuk biaya penambahan SDM, supaya pekerjaan sesuai deadline,’’ imbuh Galih

Di sisi lain Galih juga menjelaskan terkait dana Corporate Social Responsibility atau dan CSR. Menurutnya dana CSR merupakan dana yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tertentu sebagai pertanggungjawaban kepada masyarakat.

‘’Secara umum dana CSR yaitu merupakan suatu bentuk tanggung jawab suatu perusahaan terhadap pihak yang terlibat atau terdampak, baik secara langsung atau tidak langsung atas apa yang menjadi aktivitas perusahaan. Dana tersebut tidak diberikan secara tunai tapi untuk sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat, seperti pembangunan masjid, pengadaan mobil ambulan, dan lainnya,’’ tutup Galih.