Tokoh

Prof. Made Warka, Satu Satunya Dosen Untag Surabaya Peraih Gelar Guru Besar Dalam Waktu 3 Bulan

Redaksi | Rabu, 10 April 2019 - 10:01:10 WIB | dibaca: 136 pembaca

Siapa yang tidak kenal dengan Prof. Dr. Made Warka S.H., M.Hum., satu – satunya dosen Untag Surabaya yang meraih gelar Guru Besar hanya dalam 3 bulan. Pria kelahiran Bali, 24 Oktober 1956 itu menjadi dosen tetap sejak tahun 1985 sampai sekarang, dengan jabatan struktural Wakil Dekan di Fakultas Hukum (FH) Untag Surabaya.

Saat ditemui tim warta17agustus, pria yang akrab disapa Prof. Made itu mengaku, bahwa kesibukannya selain menjadi dosen tetap Fakultas Hukum Untag Surabaya juga menjadi dosen tetap di beberapa Universitas lainnya di Jawa Timur. Baik kampus Negeri maupun swasta, bahkan kampus yang berada di kota Bali.

‘’Selain di Untag Surabaya, saya juga menjadi dosen tetap di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Universitas Surabaya (UBAYA), Universita Swasta di Sumenep Madura, kemudian di Universitas Warmadewa Bali. Bisa dikatakan sangat padat jadwal kegiatan mengajar saya, oleh karena harus pinter – pinternya memanajemen waktu. Sedangkan jadwal mengajar di Warmadewa Bali tergantung dari sananya butuh saya kapan,’’ ujarnya, saat ditemui Senin lalu, (08/04).

Lebih lanjut, dosen yang sering mengajar di bidang hukum bisnis itu menjelaskan, bahwa orang hukum tidak akan selalu bekerja di bidang hukum terus, melainkan sebagai orang hukum harus belajar juga tentang bisnis, leadership dan enterpreneurship. Sehingga dapat mengejar peluang – peluang lainnya selama bisa.

‘’Selama mengajar saya selalu memberi motivasi kepada mahasiswa – mahasiswi. Lulusan FH tidak sepenuhnya bekerja di bidang hokum, seperti hakim, jaksa, polisi, notaris atau profesi hukum lainnya, melainkan harus mampu melihat peluang pekerjaan strategis yang bisa diambil. Contohnya di bidang bisnis, entrepreneurship dan lain sebagainya. Walaupun background orang ekonomi tetapi kita tidak boleh berkecil hati, supaya tidak ada istilah kata minder ketika bekerja sesuai jurusannya,’’ tuturnya guru besar itu.

Wakil Dekan FH Untag Surabaya itu mengatakan, bahwa setiap dosen lulusan Doktor (S3) berpeluang menjadi guru besar, tetapi harus melalui proses yang harus ditata sejak awal lulus. Mulai dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, yang termasuk Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seperti hal dirinya, setelah mendapat gelar Guru Besar (Profesor) tahun 2008 (per 1 agustus), hanya dengan waktu 3 bulan. Banyak yang tidak percaya, tetapi karena sudah dipersiapkan jauh – jauh hari maka bisa mendapatkannya.

‘’Saya mendapat ilmu seperti itu dari pelatihan di LEMHANNAS (Lembaga Ketahanan Nasional). Kami diajari untuk berpikir strategis, banyak tugas banyak pekerjaan tetapi tidak perlu semuanya kita kerjakan, hanya yang strategis – strategis saja. Sehingga strategi – strategi itu yang di tanamkan kepada diri sendiri sampai sekarang. Kemudian disamping mengajar, membuat disertasi, juga harus membuat karya ilmiah berisi penelitian – penelitian yang dimuat dalam suatu jurnal terakreditasi. Baru masuk ke tahap pengabdian masyarakat. Semuanya ini akan di input sampai minimal 850 KUM (angka kredit komulatif). Jadi Tridharma Perguruan Tinggi harus dilengkapi secara maksimal, sehingga bisa menjadi Guru Besar,’’ tutupnya

Selain kesibukan menjadi dosen di beberapa Universitas, kesibukan Prof. Made Warka S.H., M.Hum., di Kopertis Wilayah VII pernah menjadi tim PAK yaitu Penilaian Angka Kredit Dosen, pengurus KOPRI, pengurus koperasi, serta Pembinaan dan Hukum. Sedangkan di Untag Surabaya sendiri menjadi Pembina IKH (Ikatan Karyawan & Dosen Hindu) yang menaungi seluruh keluarga Hindu di Untag Surabaya.

PROFIL GURU BESAR PROF. DR. MADE WARKA, SH, M.HUM.

Nama Lengkap

Prof. Dr. Made Warka, SH, M.Hum.

Ttl

Bali, 24 Oktober 1956

NIDN

00-2410-56

Jabatan Akademik

Guru Besar

Gelar Akademik

Prof. Dr. SH. M.Hum.

Pendidikan

S1 Universitas Brawijaya, Malang

S2 Universitas Airlangga, Surabaya

S3 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kepakaran

Staf Ahli Kopertis Wilayah VII Surabaya 2005 – sekarang

Pengalaman Dalam Pertemuan Ilmiah

 

1. Seminar Pencasila, 2012

2. Kuliah Umum Otonomi Daerah dan Permasalahanya 2012

3. Kuliah Umum Metode Pendekatan Ilmu Hukum 2010

4. Kuliah Umum Problematika Pembaharuan Hukum 2010

5. Workshop Hukum Kontrak Internasioal 2009

Buku Dan Artikel

1. Wawasan Kebangsaan Dalam NKRI, 2011, Untag Press, ISBN 979-979-29-30011-5

2. Penanaman Modal Dalam Konteks Otonomi Daerah, 2007 Untag Press, ISBN 978- 979-9459-48-0

3. Ketidaksinkronan Hukum Menghambat Investasi, 2007, Untag Press, ISBN 978-979- 9459-47-3

4. Upaya Pemerintah Meningkatkan Investasi, 2006, Untag Press, ISSN 1410-3646. Vol.12

5. Aspek Hukum Perkawinan Lari di Daerah Singaraja Bali, 2010, Jurnal Keadilan ISSN 0853-8964

6. Segi Hukum Praktek Teluh Dalam Masyarakat, 2010, Jurnal Keadilan, ISSN 0853- 8964

7. Dampak Penanaman Modal Di Jawa Timur, 2008, Jurnal Legality, 23a/DIKTI/Kep/2004. No.2 Vol.15

Pengabdian

1. Penyuluhan Hukum Kawin Lari di Kabupaten Singaraja Bali, 2011

2. Tim Penilai Angka Kredit Dosen Kopertis Wil. VII, 2011 3. Menyelenggarakan Konsultasi dan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Kurang Mampu, 2011.

Reporter : MKM

Editor     : LA_unda








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)