berita

SMA 17 Agustus 1945 Surabaya Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H

Kusnan | Senin, 09 Januari 2017 - 13:11:51 WIB | dibaca: 364 pembaca

SMA 17 Agustus 1945 Surabaya dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW (1438 H) menyelenggarakan pengajian agama dengan menghadirkan Pengasuh Bumi Sholawat Sidoarjo KH. Agus Ali Mashuri atau yang akrab disapa Gus Ali. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Wiyata lantai 9 itu terlaksana pada hari Kamis, 5 Januari 2016.

Kepala SMA 17 Agustus 1945 Surabaya, Drs. Prehantoro, S.H.,M.Hum.,M.M pada saat membuka acara mengatakan, SMA 17 Agustus 1945 Surabaya konsisten menyelenggarakan kegiatan rohani maupun kegiatan lain yang sesuai dengan visi dan misi sekolah.

“Salah satu visi kami adalah mencetak generasi yang berbudi pekerti luhur. Harapannya dengan selalu terselenggara kegiatan rohani seperti ini bisa mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Sambutan, Drs. Prehantoro diakhiri dengan ucapkan terima kasih dan mendoakan kepada semua siswanya agar kelak menjadi pejabat negara yang amanah serta berdaya saing.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga SMA 17 Agustus 1945 Surabaya semakin sukses ke depannya,” pungkasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Gus Ali diawal kutbahnya membacakan QS. Al-Qalam ayat 4 yang artinya ‘Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung’. Dia juga mengajak semua elemen yang hadir pada pengajian itu untuk tidak menghapus persaudaraan, karena hal tersebut merupakan kesalahan.

“Tetapi, hapuslah kesalahan untuk merekatkan persaudaraan. Berpikirlah positif dan berbaik sangka kepada Allah SWT, jika ingin menjadi orang besar, sukses, dan bahagia,” jelas Gus Ali.

Kesukseskan, lanjut dia, tidak akan terwujud jika malas, tetapi harus diimbangi dengan sikap  cerdas, ulet, sabar, dan tahan banting. Gus Ali juga mengingatkan kepada jama’ah bahwa tiada kekayaan yang bisa melebihi akal, dan tiada kefakiran yang lebih menyedihkan daripada kebodohan.

“Untuk itu mari isi hidup ini dengan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya, karena tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan,” ujar Gus Ali.








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)