berita

Sosialisasi SIM Point dan Pengenalan Struktural BKA UNTAG Surabaya

Latifah | Rabu, 20 Desember 2017 - 12:02:56 WIB | dibaca: 367 pembaca

Bagian Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UNTAG Surabaya mengadakan sosialisasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Point kepada seluruh organisasi mahasiswa. Bertempat di Ruang Auditorium, materi sosialisasi dipaparkan oleh Direktorat Sistem Informasi bersama Bidang IT Manajemen dan Akadamik, Kamis (14/12/2017).

Kepala BKA, Eddy wahyudi, SH, MSi kepada warta17agustus.com mengatakan, kegiatan tersebut terselenggara untuk sosialisasi SIM Point dan mengenalkan struktur yang baru di Bagian Kemahasiswaan dan Alumni.

“Dengan diberlakukannya Sistem Kredit Prestasi (SKP) sebagai pendamping ijazah mahasiswa. maka kita perlu untuk mengenalkan kepada mereka sistem yang mewadahi database prestasi mahasiswa yaitu SIM Point. Selain itu, mengenalkan struktural BKA baru,” ucap Eddy.

Lebih lanjut dia menjelaskan SIM Point adalah sistem yang dibangun untuk mewadahi data base prestasi mahasiswa dalam jangka panjang.

“Karena ketika mahasiswa lulus dituntut selain memiliki transkrip akademik juga transkrip prestasi yang di sebut SKP, maka masing-masing mahasiswa akan meng-entry prestasi yang mereka miliki sesuai sistem dengan ketentuan yang berlaku dari kampus,” tegasnya.

Untuk isian, kata Eddy, adalah ada kaitannya dengan prestasi mahasiswa. SIM Point penting untuk dijalankan karena untuk mendata atau mendokumentasikan prestasi yang dimiliki mahasiswa. Data yang sudah tersimpan di SIM Point juga bisa dijadikan sebagai data administrasi bagi mahasiswa dan bisa digunakan untuk jangka panjang.

“SKP di UNTAG Surabaya ditetapkan minimal 130 point. Sementara untuk mahasiswa selain angkatan 2017 diberi keringanan hanya 60 point Saya yakin mahasiswa bisa memenuhi point tersebut. Karena point bisa didapat melalui pembekalan mahasiswa baru sebesar 25 point, menjadi ketua organisasi mahasiswa 60 point, pengurus 40 point. Selain itu, bisa didapat dari seminar-seminar,” jelasnya.

Diakhir sesi wawancara Eddy menuturkan, saat ini mahasiswa dituntut selain memiliki kemampuan akademis juga harus memiliki kemampuan non-akademis, maka dari itu berorganisasi dan bersosialisasi adalah pilihan yang tepat.

“Mahasiswa itu jangan sekedar kuliah pulang-kuliah pulang saja, tetapi perbanyaklah kegiatan yang bisa membentuk personal agar mempunyai daya saing,” pungkasnya.








Komentar Via Website : 1
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)