Sorotan

Strategi Penelitian Bagi Dosen Pemula

Kusnan | Kamis, 11 Februari 2016 - 14:42:45 WIB | dibaca: 2581 pembaca

Program Penelitian Dosen Pemula merupakan kegiatan penelitian dalam rangka membina dan mengarahkan para peneliti pemula untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan penelitian di perguruan tinggi. Menurut Dr. Ir. Wardah, MP.,MM dosen Fakultas Ekonomi (FE) UNTAG Surabaya dibutuhkan strategi-strategi yang baik agar bisa lolos penelitian tersebut.

TIM peneliti UNTAG Surabaya ini mengatakan, cakupan program penelitian dosen pemula adalah meliputi bidang kesehatan, hukum, sosial-humaniora, pertanian, MIPA, pendidikan, rekayasa, ekonomi, keolahragaan, agama, sastra-filsafat, psikologi, seni, dan budaya. Penelitian ini diperuntukkan bagi dosen pemula yang belum mempunyai jabatan fungsional Lektor Kepala dan belum bergelar doktor dari perguruan tinggi dengan status perguruan tinggi binaan.

“Selain untuk melatih kemampuan meneliti dosen pemula juga sebagai sarana latihan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah, baik lokal maupun nasional terakreditasi,” kata Wardah ketika memberikan materi di kegiatan Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian Hibah Dikti Bagi Dosen Pemula di Gedung Pascasarjana lantai 2, selasa (2/2/2016) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNTAG Surabaya.

Wardah menjelaskan, dalam penulisan proposal penelitian para peneliti harus memperhatikan aturan umumnya terlebih dahulu sebelum meng-upload ke Dikti, seperti menghindari duplikasi pendanaan, tidak bisa didanai oleh satu sumber dana yang sama, boleh menjadai 1 ketua dan 1 anggota (dalam satu skim yang berbeda), alamat pengirim harus jelas, mudah dihubungi termasuk email, dan warna sampul sesuai program.

Selanjutnya, perlu diperhatikan dalam penelitian adalah spesifikasi dan tujuan program/skim yang akan diikuti, kriteria yang digunakan dalam mengevaluasi program, format, proposal harus ditulis seawal mungkin dengan mempertimbangkan waktu mencari pustaka, memahami proposal dan merenungkan ide, dan membentuk tim.

“Contoh dalam menulis judul: pilihlah kata-kata dengan tepat, menggunakan kata sesedikit mungkin, menggambarkan isi penelitian secara utuh, jelas dan menarik, spesifik tidak ada tafsir lain, atraktif. Intinya harus sesuai dengan pedoman yang telah diberikan,” imbuhnya.

Setelah proposal selesai ditulis, lanjut dia, hal-hal yang perlu dijawab oleh peneliti adalah 1) Apa kelebihan proposal ini? 2) Apakah proposal ini bukan merupakan pengulangan dari peneltian lain? 3) Apakah proposal ini bisa dikerjakan? 4) Apakah proposal telah ditulis dengan baik? dan 5) Apakah bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan?

“Setelah penelitian selesai, para peneliti diwajibkan untuk menyerahkan laporan hasil penelitian, luaran publikasi ilmiah, dan diharapkan dapat melanjutkan penelitiannya ke program penelitian lain yang lebih tinggi,” pungkasnya.

 








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)