Karya Ilmiah

Sulastin, PNS Kutai Timur Lulus Ujian Doktor Ilmu Ekonomi FEB Untag Surabaya

Ma`arif | Selasa, 27 Agustus 2019 - 09:48:14 WIB | dibaca: 4750 pembaca

Disertasi berjudul ‘’Pengaruh Budaya Birokrasi, Servant Leadership, Lingkungan Kerja dan Kompetensi Terhadap Pembelajaran Organisasi, Quality Of Work Life dan Kinerja ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Timur’’ berhasil mengantarkan Sulastin, S.Sos., M.Kes., meraih gelar doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya. PNS Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kutai Timur itu lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam ujian terbuka yang terselenggara di Meeting Room Graha Widya lantai 1 Untag Surabaya, Rabu (07/08/19).

Dalam disertasinya, Sulastin menjelaskan pelayanan merupakan tugas utama yang hakiki dari sosok aparatur, sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Tugas ini telah jelas digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 alenia keempat, yang meliputi 4 (empat) aspek pelayanan pokok aparatur terhadap masyarakat, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Kinerja sangat selaras dengan mutu pelayanan kepada masyarakat, sehingga dalam proses pelaksanaan kinerja yang kurang baik sangat berpengaruh produk pelayanan yang dilakukan oleh apatur terhadap masyarakat. Pendapat yang dikemukaan ahli di atas menjadi sedikit gambaran menjelaskan tentang korelasi dari kinerja dan mutu pelayanan. Serta kewajiban Pokok dari aparatur pemerintah termasuk pegawai negeri.

Budaya birokrasi menjadi salah satu faktor kinerja aparat pemerintah. Budaya birokrasi menunjukkan kepribadian suatu organisasi yang meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai dan perilaku-perilaku yang dianut oleh semua anggota organisasi. Budaya organisasi/birokrasi sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang ada di dalamnya dan budaya yang berkembang di daerah tersebut. Secara umum budaya birokrasi di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia mempunyai ciri-ciri sesuai dengan gambaran konsep yang digambarkan dengan adanya heterogenitas, formalisme dan overlapping. Servant leadership juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja aparat pemerintah. Wong dan Davey (2007, dalam Wirayanti, 2011) mengemukakan bahwa fokus kepemimpinan harus bergeser dari proses dan hasil menuju kepada orang dan masa depan. Kepemimpinan yang dapat membantu para pengikutnya untuk dapat memberikan makna hidup dalam pekerjaan dan kehidupannya menurut Turner (2010) adalah kepemimpinan yang memberikan pelayanan pada para pengikutnya dan institusi tempat bekerja serta masyarakat sekitar.

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, tujuan dari penelitian perempuan kelahiran Marah Haloq Kalimantan Timur itu adalah untuk membuktikan dan menganalisis pengaruh ; 1. Budaya birokrasi terhadap Pembelajaran Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 2. Budaya Birokrasi terhadap Quality of Work Life Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 3. Budaya birokrasi terhadap kinerja ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 4. Servent leadership terhadap Pembelajaran Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 5. Servant leadership terhadap Quality of Work Life Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 6. Servant leadership terhadap kinerja ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 7. Lingkungan kerja terhadap pembelajaran organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 8. Lingkungan kerja terhadap Quality of Work Life Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 9. Lingkungan kerja terhadap Kinerja ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 10. Kompetensi terhadap pembelajaran organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 11. Kompetensi terhadap Quality of Work Life Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 12. Kompetensi terhadap Kinerja ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 13. Pembelajaran organisasi terhadap Quality of Work Life Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 14. Pembelajaran organisasi terhadap Kinerja ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur. 15. Quality of Work Life terhadap Kinerja ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi Kalimantan Timur.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan Sumber Daya Manusia pemerintahan di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya berkaitan budaya birokrasi, servant leadership, lingkungan kerja dan kompetensi, pembelajaran organisasi, quality of work life dan kinerja. Kemudian secara praktis hasil penelitian diharapkan bermanfaat bagi penentu kebijakan dalam bidang perekrutan penerimaan pegawai negeri sipil di lingkungan Provinsi Kalimantan Timur sebagai landasan untuk menentukan kelulusan menjadi pegawai ASN. Sebagai referensi selanjutnya, terutama bagi peneliti yang berminat meneliti atau mengembangkan penelitian tentang pemberdayaan aparat pemerintah.