Karya Ilmiah

Temukan Model Baru Proses Inovasi Pembangunan, Mahasiswa Untag Surabaya Raih Gelar Doktor

Redaksi | Senin, 08 April 2019 - 08:17:25 WIB | dibaca: 4751 pembaca

Tri Yulianti, mahasiswa program studi Doktor Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Untag Surabaya, kini resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil melalaui ujian terbuka pada hari Selasa, 02/04/2019 di Meeting Room, Graha Wiyata lantai 1 Untag Surabaya. Dalam tugas akhir pendidikannya, Tri Yulianti meneliti terkait pembangunan di Kota Malang dengan judul Disertasi ‘’Model Proses Inovasi Pembangunan Kampung Glintung RW 23 Kota Malang’’.

Pembangunan pada sebuah daerah merupakan bagian pelaksanaan inovasi untuk terciptanya peluang-peluang baru pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Dalam Disertasinya Tri Yulianti mengatakan, inovasi menjadi aspek penting dalam sebuah pembangunan, terlebih setelah terbitnya undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

‘’Inovasi di sektor publik merupakan salah satu cara untuk mengatasi kemacetan dan kebuntuan organisasi pada sektor publik. Karakteristik sistem sektor publik yang kaku dan cenderung status quo harus dicairkan melalui budaya inovasi. Sehingga akan muncul sebuah kebijakan inovasi yang menjadi kebutuhan Pemerintah Daerah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di daerah tersebut,’’ ungkapnya.

Secara teoritis, menurutnya penelitian yang telah dia lakukan menciptakan model tahapan dalam proses pembangunan kampung. Model yang telah dia temukan tersebut diharapkan dapat digunakan  sebagai acuan dalam pelaksanaan inovasi pembangunan di wilayah kampung, khususnya kampung yang telah mengalami kerusakan lingkungan.

‘’Penelitian ini menciptakan model baru tahapan proses pembangunan di kampung. Pada tahap inisisasi atau permulaan, langkah yang harus dilakukan adalah membangun kesadaran, pengetahuan, pembentukan sikap terhadap inovasi serta pengambilan keputusan.  Dalam rangka melaksanakan langkah-langkah tersebut diperlukan kepemimpinan yang mampu merubah mindset pada seluruh elemen kampung,’’ tulis Tri Yulianti pada disertasinya.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan sesuai dengan disertasi terkait Model Proses Inovasi Pembangunan Kampung Glinting RW 23 Kota Malang, yang telah disimpulkan serta diuraikan, maka dalam merencanakan suatu proses inovasi, Tri Yulianti merekomendasikan beberapa hal supaya ke depannya sesuai dengan harapan.

‘’Perencanaan suatu proses inovasi harusnya melalui kesepakatan bersama dan mempertimbangkan kondisi lingkungan setempat. Hal ini diharapkan supaya tahapan proses inovasi dapat dilakukan secara berurutan. Sebelum melakukan inovasi, sebaiknya juga melakukan antisipasi terhadap fakor-faktor yang menghambat, yaitu faktor kepemimpinan, faktor pelaksana, faktor pembiayaan dan yang terakhir adalah faktor bentuk kegiatan,’’ kata Tri Yulianti.

Reporter : YRS

Editor     : LA_unda