Sorotan

Tingkatkan SDM & SDT, DSI YPTA Surabaya Adakan Kerjasama dengan Universitas Malaysia Perlis dan Yayasan Pandita

Redaksi | Selasa, 26 Februari 2019 - 13:00:59 WIB | dibaca: 163 pembaca

Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus (YPTA) Surabaya mengadakan kerjasama dengan DSI Universitas Malaysia Perlis dan Yayasan Pandita dengan tujuan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Teknologi (SDT). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (22-24/02) kemarin merupakan kunjungan pertama dari Direktur DSI yang akan dilanjut bulan April mendatang.

Sesuai dengan program kerja DSI satu tahun kedepan, Direktur DSI, Supangat M.Kom., I.T.I.L., C.O.B.I.T., mengatakan akan lebih fokus kepengembangan SDM dan SDT. Salah satunya jenjang pendidikan. Maka dari itu pentingnya kerjasama dengan negara lain untuk menunjang hal tersebut.

''Yang melatarbelakangi saya pergi ke Malaysia adalah pengalaman Study Banding ke salah satu Perguruan Tinggi, didalamnya juga ada Direktorat Sistem Informasnya. Saya melihat pendidikan seluruh pegawai disana adalah doktor, dan itu berjalan baik. Disana mereka terus mengembangkan riset dan tekonolgi dengan bagus. Ide seperti itu coba saya terapkan di kampus Untag Surabaya,'' ujarnya pada Warta17agustus.com, (25/02)

Dosen Fakultas Teknik Infirmatika itu juga menjelaskan bahwa Universitas Malaysia Perlis ini sangat mendukung riset atau penelitian baru dan berkualitas. Dengan ditunjang fasilitas yang memadai, lengkap dan nyaman sehingga membuat orang betah untuk mencoba hal-hal baru. 

''Alasan saya memilih Universitas Perlis, karena kampus ini memiliki peningkatan rangking cukup bagus, dengan tahun berdiri yang dibilang baru. Disamping itu sistem digunakan dalam bekerjasama baik itu dengan perusahaan, industri maupun antar negara juga bagus, sehingga membuat saya tertarik untuk meraih gelar Doktor dari Universitas tersebut,''ungkapnya.     

Dosen yang menciptakan Aplikasi E-Learning Dosen Untag itu berharap, dengan adanya kerjasama ini bisa dijadikan sharing knowledge serta menambah ilmu pengetahuan antar dua lembaga dengan budaya yang berbeda.

''Ini merupakan tantangan tersendiri untuk saya, ketika terjun ke dunia International. Karena dengan resiko seperti ini bisa mendukung program  program Untag Surabaya untuk go International. Jadi bukan hanya kerjasama lingkup lokal atau daerah tetapi sudah antar Negara, dengan berharap Untag Surabaya bisa lebih baik lagi kedepannya,'' tutup Supangat.

Repoter : MKM

Editor     : LA_unda








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)