Sorotan

UNTAG Surabaya Mengutuk Segala Tindakan Kekerasan

Latifah | Rabu, 16 Mei 2018 - 10:04:34 WIB | dibaca: 90 pembaca

Peristiwa ledakan bom selama dua hari (13-14/05) yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo mengakibatkan banyak korban, mulai luka-luka hingga meninggal dunia. Tentu saja aksi tersebut merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM.,CMA.,CPAI mengatakan ledakan bom yang terjadi merupakan kejahatan kemanusiaan yang meresahkan masyarakat. Apapun motif dan alasannya, tindakan terorisme tidak bisa dibenarkan, terutama jika ditunjukan pada simbol-simbol agama.

‘’Sebagai bagian dari masyarakat akademik, UNTAG Surabaya mengutuk keras segala bentuk tindakan teror dan kekerasan atas nama apapun, karena hal itu bertentangan dengan ajaran agama mana pun,’’ ucapnya dalam acara Seminar Nasional Keolahragaan yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNTAG Surabaya, Senin (14/05).

Lebih lanjut, kata Nugroho, dalam agama Islam dan di semua agama tidak mengajarkan kebencian. Islam sendiri juga mengajarkan perdamaian, saling mengenal, dan menghargai antara sesama bukan mengajarkan permusuhan.

‘’Saya sebagai seorang muslim dan seorang Ketua Takmir di salah satu masjid, tidak ada satu pun yang mengajarkan radikal, kekerasan pada sesama manusia. Saya yakin pelaku bukan seorang muslim, karena Islam itu agama yang damai,’’ ungkapnya.

Dosen Fakultas Ekonomi (FE) itu mengungkapkan, bahwa ada salah satu mahasiswa UNTAG Surabaya asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang turut menjadi korban ledakan bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Ngagel.

‘’Alhamdulillah, kondisi Robertus V. Ditu yang menjalani perawatan di Rumah Sakit International Surabaya sudah membaik,’’ jelasnya.

Diakhir sambutannya, Nugroho menegaskan kembali bahwa UNTAG Surabaya merupakan kampus nasionalis yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika, akan ikut memberantas ideologi radikal dengan ilmu kebangsaan.

‘’UNTAG Surabaya merupakan kampus nasinonlis yang mengacu pada Pancasila. Pada awal semester gasal, kami selalu mendeklerasikan anti radikal, anti teroris, anti narkoba, karena UNTAG Surabaya ingin melahirkan pemuda-pemuda cinta bangsa dan negara,’’ ujarnya.








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)