berita

UNTAG Surabaya Terapkan Modul dari EQWIP HUBs Kanada

Menik | Kamis, 15 Maret 2018 - 13:16:34 WIB | dibaca: 68 pembaca

UNTAG Surabaya menerapkan modul kewirausahaan dan profesional dari EQWIP HUBs Kanada. Dikatakan Kepala Kantor Urusan Kerjasama (KUK) UNTAG Surabaya, Wiwin Widiasih, ST.,MT, penerapan model tersebut, merupakan salah satu bentuk kerjasama antara kedua belah pihak untuk mengembangkan soft skill generasi muda.

‘’Untuk melakukan pengembangan tersebut EQWIP HUBs Kanada juga bekerjasama dengan international development Education Development Center (EDC) dalam penyusunan modul,’’ jelasnya kepada warta17agustus.com.

Modul EQWIP HUBs tersebut, lanjut dia, sudah diterapkan di 6 negara, antara lain Indonesia, Senegal, Ghana, Peru, Bolivia, dan Tanzania. Sementara di UNTAG Surabaya modul kewirausahaan dan profesional diterapkan di tiga fakultas, yaitu Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

“Semoga penerapan modul EQWIP HUBs ini bisa berjalan lancar hingga akhir dan mampu meningkatkan output kita yaitu menjadikan lulusan UNTAG Surabaya sebagai wirausahaan sukses dan profesional dalam dunia kerja,” ujar Wiwin.

Sementara itu, anggota EDC, Nalini Chugani, menambahkan modul kewirausahaan dan profesional, keduanya memilki 6 fokus pembelajaran yang meliputi mindset inovatif, ide bisnis yang bagus, operasional bisnis, financial bisnis, marketing, dan Business Model Canvas (BMC). BMC merupakan sebuah strategi dalam manajemen bisnis yang berupa visual chart yang terdiri dari 9 elemen.

‘’Fokus pembelajaran BMC adalah membahas customer segment, value proposition, channels, customer relationship, revenue streams, key resource, key partners, key activities, dan cost structure. Bagi pemula, BMC akan membantu perencanaan dan aktivitas-aktivitas bisnis mereka,’’ jelas perempuan berkebangsaan India tersebut.

Dia juga berharap dengan diterapkan modul kewirausahaan dan profesional dapat membantu  mahasiswa dalam mengembangkan ide kreatif, soft skill yang terarah, dan menjagai generasi yang tangguh.

‘’Semoga dengan adanya modul ini bisa membantu generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk bisa mengembangkan ide kreatif mereka menjadi sebuah ide bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mempunyai soft skill yang terarah sehingga bisa menjadi genarasi tangguh dan mandiri,” tutup Nalini.








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)