berita

Valentino Pamolango Lebih Tertarik Mempelajari Bahasa-Bahasa Daerah Asli Nusantara

Kusnan | Kamis, 06 April 2017 - 10:03:28 WIB | dibaca: 441 pembaca

Valentino Pamolango, S.S.,M.Hum Dosen Fakultas Sastra UNTAG Surabaya menguasai lebih dari sepuluh bahasa. Meskipun begitu, Valen mengaku lebih tertarik mempelajari bahasa-bahasa daerah asli Nusantara untuk melestarikan bahasa daerah ditengah derasnya pengaruh bahasa asing.

“Dengan belajar banyak bahasa, saya bisa diterima di mana saja. Selain itu, dengan belajar bahasa, itu berarti saya juga ikut melestarikan bahasa tersebut,” ucap dosen kelahiran Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah itu.

Lebih lanjut kepada warta17agustus.com dia mengatakan, kesukaan dan kecintaannya mempelajari bahasa sudah dari kecil. Terlebih lagi, keluarganya berdarah campuran. Valen belajar bahasa Mandarin dari kakeknya yang berasal dari Guangzhou, Tiongkok.

“Kalau bahasa Belanda, saya belajar dari ibu. Sejak SD, saya belajar tiga bahasa daerah, yaitu Balantak, Andio, dan Saluan,” jelas Valen. Menurutnya, tiga bahasa tersebut memang biasa dipelajari anak-anak yang sekolah di Kecamatan Pagimana, Banggai.

Selama empat tahun, Valen juga berkesempatan belajar bahasa Belanda di Grote Bear Elementary School, Belanda. Dirinya pindah kesana setelah satu tahun menjalani pendidikan SD di Banggai. Ketika kelas 6 SD, dia dan keluarganya pindah ke Surabaya. Agar bisa bergaul dengan temannya Valen belajar bahasa Jawa.

“S-1 saya jurusan sastra Inggris, dilanjut bidang linguistik untuk S-2,” ungkap dosen yang bergabung di UNTAG Surabaya pada tahun 2013 itu. Selama menempuh S-2 di Sam Ratulangi, Valen mengikuti short course di Belanda enam bulan untuk memperdalam ilmu linguistic dan summer course di Belanda tiga bulan untuk program leadership.

Sementara itu, pada tahun 2016, Valen berkesempatan melanjut studi S-3 dengan beasiswa dari Dong-eui University Busan, Korea Selatan. Tetapi, karena suatu hal, dirinya harus rela kembali ke Indonesia setelah setahun mengenyam pendidikan disana. “Saya juga bisa berbicara dengan bahasa Jerman, meski sebatas bahasa percakapan,” pungkasnya.








Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)