Sorotan

Wisudawan Untag Surabaya Diharapkan Dapat Memberi Dedikasinya Kepada Bangsa dan Negara

Yogi | Senin, 09 September 2019 - 10:30:58 WIB | dibaca: 223 pembaca

Gubernur Jawa Timur, Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., turut hadir dalam pagelaran wisudawan Untag Surabaya periode ke-2 tahun 2019. Didepan 1.470 wisudawan, Sabtu (7/9/2019), Khofifah berpesan agar alumni Untag Surabaya baik jenjang Pendidikan Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor dapat memanfaatkan ilmunya untuk masyarakat serta memberi dedikasinya kepada bangsa dan Negara.

‘’Saya sebagai Gubernur menitipkan Jawa Timur kepada saudara - saudara semua, mudah - mudahan semuanya sukses, dapat membahagiakan keluarga, masyarakat, bangsa, Negara, dan tentu yang lebih bahagia adalah almamaternya. Semoga wisudawan Untag Surabaya dapat memberi dedikasinya kepada bangsa dan negara,’’ papar orang nomor 1 di Jawa Timur tersebut.

Tidak hanya itu, Khofifah juga mengutip pesan dari Bung Karno pada peringtan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1963, bahwa human skill investment sangat diperlukan. Terkait hal itu Pendidikan Vokasi menjadi penting.

‘’Saya ingin mengutip kembali apa yang telah disampaikan Bung Karno pada HUT kemerdekaan RI tahun 1963. Bung Karno Berpesan, untuk membangun bangsa ini, maka antara lain yang dibutuhkan adalah human skill investment. Hari ini Pendidikan vokasi menjadi sangat penting, ilmu - ilmu humaniora penting, karenanya semua itu harus dapat kita kuatkan,’’ ucap Khofifah mengutip pernyataan Presiden Pertama Indonesia tersebut.

Pada Rapat Terbuka Senat Untag Surabaya Wisuda ke-119, Khofifah mengajak seluruh wisudawan untuk membangun Indonesia dengan meningkatkan jiwa sportivitas, memanfaatkan energi positif yang ada, serta membuang hal - hal negatif yang menurutnya dapat menjadi penghambat produktivitas.

‘’Pada posisi seperti ini saya juga ingin mengajak kepada semua untuk membangun sportivitas, objektivitas, motivasi. Memanfaatkan seluruh energi positif dan membuang energi yang negatif, membangun produktivitas membuang sesuatu yang menghambat atau berkurangnya sebuah produktivitas, baik pada level lokal, regional atau nasional,’’ tutup Khofifah.