Sorotan

Disertasi Drs. Y.A.T. Lukman Riberu, M.Si, Mengkritisi Layanan Pendidikan Dasar Di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Belum Maksimal

Kusnan | Senin, 17 November 2014 - 09:10:31 WIB | dibaca: 21109 pembaca

Ujian terbuka program doctor, Drs. Y.A.T. Lukman Riberu, M.Si, mengkritisi kebijakan pendidikan dan implementasi kebijakan publik yang berkaitan dengan peran actor di dalam implementasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Ujian tersebut dilaksanakan di gedung Graha Wiyata lantai 1 (14/11/2014).

Ujian terbuka ini merupakan salah satu syarat bagi Drs. Y.A.T. Lukman Riberu, M.Si untuk menyelesaikan pendidikan S3-nya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, judul disertasi yang diujikan adalah “Peran Aktor Dalam Implementasi Program Wajib Belajar 9 Tahun Di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat”.

Permasalahan yang melatarbelakangi disertasi Y.A.T.Lukman Riberu yaitu terkait dengan pengembangan layanan pendidikan seperti kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar bermutu belum sepenuhnya dapat diwujudkan. Disamping itu tantangan pendidikan yang perlu mendapatkan perhatian dalam kurun waktu 5 tahun mendatang seperti implementasi kebijakan penyelenggaraan dan pembangunan pendidikan belum berjalan dengan baik.

Adapun tujuan dari disertasinya adalah membangun model peran aktor dalam implementasi kebijakan Program Wajib Belajar 9 Tahun, membangun model faktor pendukung dan penghambat implementasi Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan peneltian dan pembahasan di dalam disertasi  Y.A.T.Lukman Riberu diperoleh dua kesimpulan. Pertama, peran aktor dalam implementasi Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat memainkan peran sentral di dalam program bahwa peran aktor terepresentasikan di dalam peran tokoh masyarakat, peran kepala sekolah, peran orang tua dan peran Negara di dalam Program Wajib Belajar 9 Tahun di Sintang. Kedua, faktor komunikasi, faktor sumber daya, faktor lingkungan geografis, faktor struktur birokrasi dan faktor pelaksanaan program, selain sebagai penghambat juga menjadi pendukung implementasi Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kabupaten Sintang. Namun demikian, faktor penghambat implementasi Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kabupaten Sintang memiliki komposit domain-taksonomik kategori yang lebih rumit bila dibandingkan dengan komposit domain-taksonomikm pada faktor pendukung implementasi Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kabupaten Sintang.

Pria kelahiran Kupang, 6 Februari 1957, yang juga menjabat sebagai ketua Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat tersebut dalam disertasinya memberikan beberapa rekomendasi antara lain: implementasi Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kabupaten Sintang selama ini dilaksanakan tanpa dilandasi dengan kebijakan daerah yang spesifik, dengan demikian maka perlu dibuat peraturan daerah yang khusus mengatur Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Selanjutnya, dalam rangka menggiatkan wajib belajar 9 tahun di Kabupaten Sintang, maka seyogyanya dibuatkan program jam wajib belajar malam hari di Kabupaten Sintang setiap hari antara pukul 19.00-21.00 WIB, dan melihat peran kepala sekolah,. orang tua, serta masyarakat yang belum maksimal di dalam Program Wajib Belajar 9 Tahun, terutama dalam hal pengawasan terhadap anak-anak, oleh karena itu, perlu dipikirkan untuk membentuk Satuan Polisi Pendidikan yang terdiri dari unsur-unsur pengawas sekolah, komite sekolah, Satpol PP dan kepolisian. Polisi Pendidikan diberi wewenang untuk menegur sampai penangkapan terhadap warga Sintang dalam usia yang ditentukan di dalam Program Wajib Belajar 9 Tahun yang tidak melaksanakan ketentuan di dalam Program Wajib Belajar 9 Tahun.

Dalam disertasi Y.A.T.Lukman Riberu, dia berharap hasil penelitiannya menjadi informasi akademik yang bermanfaat terhadap perbaikan peran aktor di dalam implementasi kebijakan-kebijakan di Indonesia, khususnya Program Wajib Belajar 9 Tahun. selanjutnya, hasil penelitiannya diharapkan menjadi salah satu masukan pada setiap implementasi kebijakan Program Wajib Belajar 9 Tahun, khususnya peran aktor dan berbagai hambatan terhadap implementasi Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. 








Komentar Via Website : 32
Cara Mengatasi Penyakit Kusta
17 November 2017 - 09:38:49 WIB
Informasi bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit
https://goo.gl/th7xHN
Kenali Penyakit Anemia Sel Sabit
28 November 2017 - 09:29:45 WIB
walatra berry jus untuk pengobatan kelainan pada darah
https://goo.gl/sqUsHr
Kenali Ankylosing Spondylitis
30 November 2017 - 09:38:45 WIB
walatra berry jus untuk mengobati berbagai penaykit saraf
https://goo.gl/3fGPDY
Obat Penyakit ISPA Herbal
02 Desember 2017 - 15:49:01 WIB
jelly gamat qnc obat herbal untuk mengobati penyakit pernapasan
https://goo.gl/vShrk7
Agen Gamat QnC Kota Tanjungbalai
04 Desember 2017 - 07:46:25 WIB
agen jelly gamat qnc berada di seluruh indonesia
https://goo.gl/FRcg2T
Cara Mencegah Penyakit Atresia Ani
07 Desember 2017 - 09:16:39 WIB
walatra berry jus obat herbal untuk menjaga kesehatan kehamilan
https://goo.gl/EBca2Z
Obat Tradisional Hepatitis
14 Desember 2017 - 10:30:23 WIB

Terimakasih banyak atas informasi yang anda sajikan pada kesempatan kali ini ? https://goo.gl/6YtZ1P | https://goo.gl/M26ydO | https://goo.gl/Y0fqxL | https://goo.gl/pS9hq5 | https://goo.gl/SVPWjd
Cara Menghilangkan Bekas Cacar Di Wajah Dan Badan
15 Januari 2018 - 15:04:05 WIB
Terima kasih infonya :)
https://goo.gl/FmwVv3
https://goo.gl/qCKVeV
ht tps://goo.gl/5DKQ6U
https://goo.gl/UFemyh
https://g oo.gl/p1s7Uz
Cara Mengobati Usus Buntu Kronis
17 Januari 2018 - 15:12:19 WIB
Terima kasih atas informasi yang diberikan sangat bermanfaat sekali :)
https://goo.gl/e5A4JC
https://goo.gl/bw24ZA
http s://goo.gl/8SR7UA
https://goo.gl/Ge7MLT
https://goo .gl/W3s4x2


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)