Aktualisasi dan Relevansi Pancasila Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

  • 03 Juni 2020
  • YRS
  • 75

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020, Untag Surabaya bekerjasama dengan JTV adakan Talkshow Multi Platform New Normal bertajuk ‘’Gotong Royong Kuatkan Indonesia Bebas dari Corona Sebuah Aktualisasi dan Relevansi Pancasila’’ yang secara langsung disiarkan dari studio JTV Surabaya.

 

Bendahara Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., memaparkan terkait relevansi Pancasila dan relevansi pemikiran Bung Karno untuk mengatasi kondisi di tengah pandemi saat ini. Menurutnya masyarakat harus melihat Pancasila bukan sekedar teori yang dihafal saja, namun Pancasila harus diamalkan sebagai pemersatu bangsa dan negara.

 

‘’Sebagai masyarakat Indonesia kita harus dapat memaknai, melaksanakan, dan aktualisasi Pancasila. Termasuk pemikiran Soekarno yang bertumpu pada 3 hal, seperti ketuhanan Yang Maha Esa, Selalu berpikir pada persatuan Bangsa, dan juga gotong royong holopis kuntul baris,’’ papar Subekti.

 

Sejalan dengan yang dituturkan Subekti, Dekan FISIP Dr. Endro Cahyono, M.M., mengatakan bahwa gotong royong merupakan momentum tepat untuk mengaplikasikan nilai Pancasila di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Dalam kondisi seperti saat ini masyarakat harus bekerjasama dari berbagai aspek untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh penduduk belahan dunia.

 

‘’Gotong royong bukan hanya kerjabakti, namun untuk kondisi saat ini nilai gotong royong dapat diartikan sebagai kontribusi masyarakat melawan Covid-19 dalam bentuk apa saja, baik turun langsung ke lapangan, baik berupa bantuan dana, berbagi informasi, doa dan lain sebagainya,’’ ujar Endro.

 

Sementara itu, dilihat dari sudut pandang Ekonomi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Untag Surabaya Prof. Dr. Amiartuti, M.M., mengatakan bahwa Covid-19 telah melanda semua aspek kehidupan manusia. Tidak hanya di Indonesia saja akan tetapi di semua negara. Salah satu dampak yang terkena imbasnya adalah pada sektor ekonomi. Data dari Menteri Keuangan menyebutkan bahwa ada beberapa dampak yang ditimbulkan karena pandemi Covid-19.

 

‘’Covid-19 telah membuat perekonomian negara dalam keadaan kolaps. Kurang lebih sebanyak 1,5 juta pekerja di PHK baik di sektor formal dan informal. Pembatalan penerbangan, kehilangan pendapatan di sektor pelayanan udara, penurunan wisatawan mancanegara, dan penurunan tingkat okupansi hotel,’’ jelas Amiartuti yang tersambung melalui Platform Zoom Meeting.

 

Prof. Dr. Rudy Handoko, M.Si., yang saat itu berada di studio JTV juga menyampaikan pendapatnya, ia mengatakan bahwa masyarakat harus memaknai pendemi Covid-19 ini sebagai sebuah pelajaran berharga yang dapat dilalui bersama. Menurutnya bencana tersebut akan mengajarkan seluruh masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang belum pernah mereka hadapi sebelumya.

 

‘’Bencana Covid-19 ini merupakan pelajaran yang sangat mahal dan berharga. Kita harus dapat melalui ini. Dengan konsep new normal, kita akan terbiasa melakukan inovasi untuk menghadapi permasalahan – permasalah baru’’, tutup Rudy.

 

Talkshow tersebut juga tersambung dengan beberapa platform lain seperti, Live Youtube dan Facebook Untag Surabaya.

 

 

Y. RAKA S.

Reporter yang malang melintang di bidang jurnalisme

BERITA TERKAIT

Samsung Resmi Rilis Galaxy S 4
  • 15 Maret 2013
  • 4828
Kuliah Di India Murah
  • 19 Maret 2013
  • 4871