Budaya dan Humanisme Dalam Ajaran Agama Buddha

  • 19 Februari 2021
  • YRS
  • 60

Istilah kebudayaan dalam ajaran agama Buddha adalah keseluruhan yang kompleks dan mencakup pengetahuan tentang agama, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan atau kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai masyarakat.

 

Indonesia terdiri dari 13.000 pulau lebih dengan penduduk sekitar 200 juta orang yang di dalamnya terdapat beberapa suku bangsa yang memiliki kepercayaan dari berbagai agama dan kebudayaan. Meskipun secara resmi Indonesia hanya memiliki 6 agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

 

Dari sudut pemahaman agama Buddha istilah yang dapat diartikan sebagai budaya dalam arti mental, moral dan spiritual adalah bhavana berasal dari akar kata bhay yang memiliki arti pembinaan, pengembangan, dan pencapaian. Dalam pembinaan dibagi dalam tiga cabang pembinaan, seperti pembinaan jasmani, pembinaan batin dan pembinaan kebijakan.

 

Pengertian budaya yang sangat kompleks dalam pandangan ajaran Buddha tersebut, maka agama menjadi salah satu aspek dalam kebudayaan. Agama merupakan bagian kebudayaan yang bertujuan untuk memberikan kebahagiaan lahir dan batin bagi para pemeluknya. Agama Buddha selain dari aspek teologisnya juga menekankan aspek humanisme.

 

Aspek humansisme yang dimaksud adalah beberapa hal yang mengacu pada pandangan menitikberatkan terhadap hubungan antar manusia, kedamaian, saling membantu satu sama lain, toleransi dan kesejahteraan manusia yang harus teatap dijaga seperti apa pun kondisinya.

 

Dalam perkembangannya, masyarakat terlihat masih sering mengabaikan aspek humanisme seperti yang telah disebutkan di atas. Pengabaian aspek humanisme muncul karena adanya doktrin yang tidak seimbang antara teologi dan humanisme. Dalam prakteknya, agama sering dipakai sebagai alat pembenaran bagi kelompok satu untuk melawan kelompok lainnya. (Pandangan Sosial Agama Buddha, hal. 28).

 

Sumber : semanggi-phala.id

Y. RAKA S.

Reporter