Hari Buku Nasional, Wakil DPR RI Berharap Akses Literasi Dipermudah

  • 18 Mei 2021
  • YRS
  • 172

Hari Buku Nasional baru saja diperingati pada 17 Mei 2021, yang digagas demi tujuan meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia. Ironisnya, minat baca masyarakat di Indonesia saat ini terbilang masih rendah.

 

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah merilis, bahwa tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Angka tersebut menunjukkan perbandingan dari jumlah 1.000 orang hanya 1 saja yang memiliki minat membaca dengan baik.

 

Mengutip riset berjudul World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara terkait minat baca. Peringkat ini jauh dari negara tetangga seperti SingapuraThailand, Malaysia, dan Vietnam.

 

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sufmi Dasco Ahmad meminta kepada pemerintah supaya mempermudah akses literasi masyarakat Indonesia. Hal ini karena masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses buku.

 

‘’Masyarakat kita terutama di daerah masih sulit untuk mengakses buku. Karena itu pemerintah perlu mempermudah agar masyarakat minat bacanya bisa meningkat,’’ ujar Dasco (17/5/2021).

 

Dalam memperingati Hari Buku Nasional tahun ini, Perpustakaan Nasional mengangkat tema ‘’Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial’’.

 

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menjelaskan, Perpusnas adalah salah satu lembaga negara yang paling siap dalam menghadapi pandemi Covid-19. Karena sejak 2015 Perpusnas telah mulai bermigrasi ke konten digital.

 

‘’Alhamdulilah, dua tahun belakangan ini, Perpusnas telah menjadi perpustakaan terbaik dunia dalam menyajikan jurnal ilmiah,’’ kata Muhammad Syarif Bando dalam Talk Show yang digelar Pusat Analisis Pengembangan Perpustakaan dan pengembangan Budaya Baca di Jakarta, senin lalu.

 

Data Perpusnas menyebutkan baru sebanyak 30 juta penduduk Indonesia yang familiar dengan digitalisasi konten ilmu pengetahuan. Dari angka tersebut sejumlah 6,5 juta orang diantaranya mengaku tidak dapat memisahkan hidup mereka dari ilmu pengetahuan dengan basis digital.

 

sumber : dpr.go.id


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Y. RAKA S.

Jurnalis

BERITA TERKAIT

Samsung Resmi Rilis Galaxy S 4
  • 15 Maret 2013
  • 5154
Kuliah Di India Murah
  • 19 Maret 2013
  • 5193