Kembangkan Teknologi RAN yang Hemat Biaya

  • 06 Januari 2021
  • YRS
  • 97

Sektor telekomunikasi di Indonesia termasuk sektor yang dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19 dibandingkan sektor lainnya. Hal tersebut karena kewajiban untuk bekerja dari rumah atau pembelajaran jarak jauh yang menggunakan jaringan internet dinilai memberi banyak keuntungan pada sektor telekomunikasi.

 

Pengamat Telekomunikasi Moch S. Hendrowijono mengatakan, saat ini teknologi 2G dan 3G telah usang tidak terpakai lagi, sehingga harganya lebih mahal dibanding harga 4G LTE. Teknologi 3G yang bertahan cukup lama menjadi buah simalakama, dipakai mahal, dan tidak mungkin dibuang karena masih banyak pelanggannya.

 

‘’Ketika industri telekomunikasi di Indonesia maju dengan tingkat kompetisi yang sangat ketat, hal itu sangat pelanggan karena harga layanan menjadi murah dengan kualitas standar. Operator selalu berupaya mencari cara dan mengadopsi teknologi yang efisien dan murah,’’ ujar Hendrowijono, (27/12/20).

 

Padahal cara pemakaian bersama prasarana seperti menara dan radio BTS dapat menekan biaya modal dan operasional. Pada teknologi RAN atau radio access network yang dikuasai vendor teknologi perangkat keras dan perangkat lunak merupakan satu kesatuan.

 

Sementara konsep baru Open RAN mengembangkan teknologi radio dengan memisahkan keduanya. RAN adalah bagian dari sistem telekomunikasi yang menghubungkan perangkat individual ke bagian lain jaringan melalui koneksi radio.

 

RAN merupakan komponen utama telekomunikasi nirkabel yang saat ini. RAN sudah berevolusi melalui generasi jaringan seluler menjelang 5G. RAN berada di antara peralatan pengguna seperti ponsel, komputer atau mesin apa pun yang dikendalikan dari jauh.

 

Mendorong operator untuk mempercepat perluasan ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke wilayah pelosok dengan mutu yang tetap terjaga. Open RAN yang dibangun dengan standar open and dis-aggregate diharapkan dapat membuka lebih banyak produsen perangkat atau prasarana.

 

sumber : kompas

 

Y. RAKA S.

Reporter

BERITA TERKAIT