Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Robot untuk Pasien Covid-19

  • 30 November 2020
  • YRS
  • 370

 

Tim mahasiswa Untag Surabaya menciptakan sebuah robot untuk pasien Covid-19. Robot yang juga lolos dalam Kontes Robot Indonesia 2020 itu, mampu memindahkan pasien Covid-19 tanpa harus bersentuhan.

 

Robot yang diberi nama Siola itu, merupakan karya dari enam mahasiswa berprestasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Di antaranya, Muhammad Choyrul Anam dari Fakultas Teknik dan lima mahasiswa Fakultas Vokasi: Nugroho Dwi, Fuad Fuji Santoso, Astra Nico Prastyo, Dedi Wahyu Ashari dan Nazzun Fahmi Haryanto.

 

Meski di tengah pandemi Covid-19, tidak menghalangi mereka untuk berkarya. Hasilnya, mereka mampu mengerjakan robot tersebut dalam waktu lima minggu dan menjadi satu dari 25 tim yang lolos dalam kategori Kontes Robot Tematik Indonesia tahun 2020.

 

“Awal bulan September sampai minggu pertama November itu kami mulai bekerja dan membuat robot,” terang Muhammad Choyrul Anam Ketua Tim Siola, Jumat (27/11/2020).

 

Robot yang dibuat dapat beroperasi dengan 3 baterai berdaya 12 volt tersebut, dapat dioperasikan secara nirkabel, dengan dilengkapi stik wireless yang berfungsi untuk pengaturan sekaligus mengontrol robot.

 

“Robotnya sendiri kami rancang dengan tinggi 1.25 meter, lebar 65 cm dan panjang 85 cm. Bisa menampung beban manusia maksimal 150 kg. Untuk daya sendiri, menggunakan baterai yang bisa dicas jadi tidak harus beli baterai terus,” tambah mahasiswa semester 5 ini.

 

Kontes Robot Indonesia (KRI) merupakan sebuah ajang kontes robot yang rutin digelar setiap tahunnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan dikarenakan saat ini sedang dalam kondisi pandemi Covid-19, maka kontes kali ini tetap digelar tetapi secara daring.

 

“Setiap tahun dipastikan akan ada tema-tema yang diangkat sesuai dengan kondisi yang sedang hangat terjadi di Indonesia. Tahun ini dengan tema yang berkaitan dengan Covid-19, maka panitia memberi tugas agar robot yang dibuat bisa memindahkan pasien positif Covid-19 dari satu ranjang ke ranjang lain tanpa adanya kontak fisik antara pasien dan tenaga medis. Semua tahapan penilaian, mulai seleksi sampai final kemarin, semuanya dilaksanakan secara online,” papar Anam sapaan Muhammad Choyrul Anam.

 

Meskipun kontes dilaksanakan secara daring, namun persiapan yang dilakukan cukup matang dan kreatif. Terhitung mulai memasukkan proposal pada bulan Agustus, dan diumumkannya pada bulan Agustus juga, tim ini selanjutnya segera dengan sigap merakit robot.

 

“Sejak bulan Agustus kami mendaftarkan proposal, kemudian diumumkan lolos pada 24 Agustus, lalu kami mulai mempersiapkan dan merancang robot. Finalnya tanggal 20 November kemarin. Pada sesi itu , ada tanya jawab dengan dewan juri. Walaupun belum menjadi pemenang, tapi bangga bisa lolos di tingkat nasional,” tegas Anam.

 

Berbekal optimis dan bangga, tim Untag Surabaya ini ingin terus membanggakan diri maupun almamater dengan menghasilkan karya-karya kreatifitas robot dan berencana untuk ikut kompetisi robot lainnya dan tahun depan ingin kembali ikut bertarung di KRI 2021. (RA)

 

Sumber : suarasurabaya.net

 

 

 


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Y. RAKA S.

Jurnalis

BERITA TERKAIT

Samsung Resmi Rilis Galaxy S 4
  • 15 Maret 2013
  • 5154
Kuliah Di India Murah
  • 19 Maret 2013
  • 5193