Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Adalah Kewajiban Semua Umat Manusia

  • 07 Juni 2016
  • 6407

Seorang muslim harus bisa menjaga dan menomorsatukan kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Ajakan baik ini disampaikan oleh khotib dan imam Sholat Jum’at Masjid Baitul Fikri, UNTAG Surabaya, Drs. Imam Hambali kepada para jama’ah, Jum’at (3/6/3016).

Kerukunan beragama dapat menjaga  keutuhan NKRI dengan cara saling menjaga, menghargai, dan menghormati antar umat beragama. Perbedaan kepercayaan tidak harus diperdebatkan, justru perbedaan dapat menjadi pembelajaran untuk mendorong serta sebagai penguat keimanan yang sudah dimiliki setiap umat manusia. Umat manusia yang telah mengamalkan iman agamanya maka akan dapat hidup tenang menjaga kerukunan antar beragama untuk bersatu menjaga keutuhan NKRI. Karena setiap agama pasti mengajarkan untuk saling menghargai dan membantu manusia lainnya.

“Di dalam QS. Al-Imron: 103, Allah SWT melarang umat manusia untuk bercerai berai dan bermusuh-musuhan melainkan Allah SWT memerintahkan manusia untuk bersatu dan bersaudara,” kata  Drs. Imam Hambali.

Untuk itu, lanjut dia, umat islam harus mampu menjaga dan menomorsatukan kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Umat islam harus cerdas sehingga bisa menjunjung nilai kerukunan dan islam yang sebenarnya.

Drs. Imam Hambali juga mengajak jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan takqwa kepada Allah SWT, karena orang yang beriman dan bertaqwa yang sebenarnya akan dimudahkan segala urusannya, diberikan jalan keluar dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizqi dari arah tiada disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah Menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya,”  tambah Drs. Imam Hambali ketika membaca QS. At-Thalaq: 2-4.

Drs. Imam Hambali menjelaskan ciri-ciri orang yang beriman dan bertaqwa menurut QS. Al-Imran: 134, yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit, serta orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

“Jadi, ciri-ciri orang yang beriman dan bertaqwa adalah dermawan, mampu menahan emosi, sabar, dan mau memaafkan kesalahan orang lain. Mari di bulan Ramadhan ini kita tingkatkan iman dan taqwa serta saling menjaga kerukunan,” pungkasnya.


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id