Hindari Pembelajaran Jarak Jauh Membosankan, Pengajar Harus Paham Teknologi

  • 14 April 2020
  • redaksi
  • 73

Guide to working from home “virtual classroom, distance learning dan tips membuat konten kreatif” disampaikan Dr. Ir. Hj. Endang Setyati, M.T. dalam acara Seminar Webinar yang diselenggarakan Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya (11/04).

 

Diawal seminar, Ketua Program Studi S2 Teknologi Informasi Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) itu menjelaskan bahwa jika bicara mengenai konten kreatif dalam pembelajaran jarak jauh, maka yang harus diutamakan yaitu sebagai pengajar harus bisa dan paham teknologi.

 

‘’Mau tidak mau ditengah adanya wabah Covid 19 ini sebagai pengajar yang tadinya gaptek (gagap teknologi) atau anti teknologi sekarang harus paham tentang teknologi,’’ ujarnya di awal kegiatan yang bertemakan ‘’Mudah Membuat Konten Kreatif SPADA dengan Platform Elitag’’.

 

Jika dilihat dari situasi sistem pembelajaran daring di Indonesia, mahasiswa milenial justru mengharapkan kuliah seperti ini karena anak zaman sekarang tidak mau duduk manis di depan kelas kemudian mendengarkan dosen menjelaskan.

 

‘’Mahasiswa milenial lebih suka untuk mobile, dan menurut survei mereka itu bermain 80% dan belajar hanya 20%. Kemauan mereka itu kuliah sambil tiduran, sambal bermain tetapi bisa tetap mengikuti perkuliahan,’’ ucap wanita berhijab itu.

 

Sebagai pengajar khususnya dan Perguruan Tinggi, lanjut Endang, maka harus mengetahui karakter mahasiswa milenial. Ada lima yang bisa dipelajari, yaitu : tidak bisa jauh dari gadget, tidak bisa jauh dari media social, lebih suka yang serba instant dan cepat, banyak melakukan transaksi secara cashless, dan lebih suka berkomunikasi lewat grup.

 

‘’Sebagai Perguruan Tinggi harus benar-benar memanfaatkan dan memaksimalkan teknologi dan kita harus bisa mendalami karekter mahasiswa milenial ini,’’ tutur Direktur pengembangan kelembagaan ISTTS.

 

Agar konten pembelajar tidak menjenuhkan, Endang menyampaikan tujuh tips membuat konten kreatif, yang harus dipahami pengajar. Yakni : 1. buat konten yang orisinil, 2. fokus ciptakan headline yang kuat, 3. konten harus bisa memberikan solusi, 4. akurat dalam melaporkan dan mengambil informasi, 5. ciptakan engaging content, 6. berkomunikasi lebih baik dengan menambahkan gambar dan video, 7. tulis konten pendek dan meruncing.

 

Konten harus padat, jelas, meruncing pada akar masalahnya dan jangan bertele-tele. Biarlah materi di ppt, pfd, e-book yang bicara banyak. ‘’Materi yang kita sampaikan hanya sekilas dan yang penting-penting saja,’’.

 

‘’Mudah-mudahan dengan tips ini ibu bapak dosen bisa menjadikan pembelajaran lebih kreatif, karena fasilitas kampus sudah lengkap serta materi sudah dapat,’’ harap penulis buku ‘’Teori Hidden Markov Model dan Aplikasinya’’.

REDAKSI

Redaksi yang malang melintang di bidang jurnalisme