Sujud Syukur Dalam Ajaran Agama Islam

  • 18 Desember 2020
  • YRS
  • 136

Sebagai umat Islam, mengungkapkan rasa syukur kepada Allah ada berbagai macam cara. Salah satunya dengan bersujud. Sujud merupakan cara umat Muslim untuk berkomunikasi dan mengungkapkan rasa terimakasih atas segala nikmat dan anugerah yang telah diberikan oleh Allah. Dengan bersujud seseorang akan merasa tenang.

 

Di dalam ajaran agama Islam ada beberapa jenis sujud, yaitu sujud dalam sholat, sujud sahwi, sujud tilawah, dan sujud syukur. Di bawah ini akan dijelaskan terkait tata cara sujud syukur yang benar beserta dengan doanya, karena dalam Islam tata cara sujud syukur tidak hanya melakukan gerakan sujud saja, namun harus tahu juga tentang bacaan niat dan doa sujud syukur tersebut.

 

Dalam ajaran agama Islam, tata cara sujud syukur hukumnya adalah sunnah. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam juga melakukan sujud syukur ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan. Hal itu disebutkan dalam hadis shahih yang diriwayatkan Abu Dawud, yang artinya ‘’Dari Abu Bakar ia berkata, Apabila Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menerima berita yang menggembirakannya, biasanya beliau terus bersujud kepada Allah.

 

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf dia berkata, ''Suatu hari, Rasulullah keluar dari kediamannya, tiba - tiba beliau terperangah lalu masuk kembali ke dalam. Kemudian beliau menghadap kiblat dan bersujud syukur lama sekali. Beliau mengangkat kepalanya dan berkata, Jibril datang kepadaku mengatakan bahwa Allah berkata kepadamu, barang siapa membaca shalawat dan salam kepadamu maka Aku mengucapkan shalawat dan salam kepadanya, aku bersujud mensyukuri itu'' (HR. Ahmad dan Hakim).

 

Meski ada banyak cara untuk bersyukur kepada Allah, tidak ada salahnya untuk belajar tentang tata cara sujud syukur lengkap dengan niat dan doanya. Karena Rasulullah tetap melakukan sujud syukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepadanya. Hadis lainnya juga menyebutkan tentang Rasulullah yang sujud syukur saat mendapat kabar menyenangkan.

 

Dari Al-Baraa, ia berkata, ''Nabi Muhammad pernah mengutus Khalid bin Walid kepada penduduk Yaman untuk menyeru mereka kepada Islam, tetapi mereka belum bersedia masuk Islam. Nabi kemudian mengutus Ali dan memerintahkannya supaya menyusul Khalid. Ali kemudian menulis surat kepada Rasulullah bahwa orang-orang di sana sudah masuk Islam. Maka, setelah membaca surat itu Rasulullah melakukan sujud syukur'' (HR. Baihaqi).

 

Adapun syarat-syarat sujud syukur dan tidak boleh dikerjakan secara sembarangan. Karena sujud syukur merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Karena itu alangkah lebih baiknya mengetahui terlebih dahulu syarat melakukan sujud syukur sesuai ajaran Islam. Syarat sujud syukur yang sesuai sunnah adalah sama seperti syarat mengerjakan sholat.

 

Orang yang akan sujud syukur harus suci dari hadas, baik itu hadas kecil maupun besar, dengan berwudhu atau mandi bila perlu. Begitu pula dengan pakaian dan tempat yang akan digunakan untuk sujud syukur. Semoga penjelasan di atas bermanfaat.

 

Sumber : https://www.dream.co.id

 

 

 

Y. RAKA S.

Reporter