Aditya Agung: Desain Menyelesaikan Masalah di Bumi

  • 12 Februari 2024
  • 148

Aditya Agung, seorang creative enthusiast yang telah terjun selama 10 tahun dalam dunia digital, hadir sebagai salah satu pemateri dalam Crafting Content Workshop 2024 dengan mengangkat topik ‘Seni Kreativitas Desain dalam Website’ (2/2/24).

 

Sebelum mengulas tentang desain, Adit sapaan akrabnya, membahas dinamika dunia digital yang menuntut setiap konten kreator agar multitalent dan terus mengikuti perkembangan zaman.

 

“Kurang lebih 10 tahun, ternyata di dunia digital itu kita harus multitalent dalam artian bisa apa aja dan harus haus belajar. Contoh, saya menjadi konten creator, tapi ternyata kebutuhan harus jadi fotografer, harus jadi videografer, harus jadi desainer. Bahkan ibarat orang jualan saya itu seperti warung madura yang apa aja ada jadi sebisa mungkin kita bisa semuanya,” ucap Adit (2/2/24).

 

Agung memaparkan jika desain merupakan bentuk solusi dari keadaaan yang tidak sempurna menjadi sempurna. Lebih dari itu, Adit beranggapan bahwa sebuah desain juga dapat menyelesaikan semua masalah di bumi.

 

“Desain itu bisa menyelesaikan semua masalah di bumi ini, percaya tidak? Percaya nggak kalau desain itu bisa bikin kota tidak macet?” tanya Adit.

 

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa desain tata kota memang memiliki potensi untuk menyelesaikan masalah di bumi.

 

Desain merupakan proses awal seorang konten kreator dalam membuat sebuah konten, Adit menjelaskan bahwa desain adalah proses kreatif dalam merancang, menyusun juga menciptakan solusi. Bahkan desain dikatakan dapat menyelesaikan masalah di bumi. 

 

“Desain intinya adalah proses kreatif di mana di situ ada poin-poin yaitu merancang, menyusun, membuat, memetakan, dan pada intinya adalah desain itu melibatkan suatu hal yang fungsional dari penggunanya,” jelasnya.

 

Keberhasilan sebuah desain diukur dengan tercapainya fungsionalitas dalam menyampaikan pesan, serta sebagai solusi penyelesaian masalah yang menjawab kebutuhan pengguna. 

 

“Yang paling utama kita harus memahami kira-kira desain yang kita buat sudah menjawab kebutuhan pengguna tidak, bermanfaat juga tidak buat orang lain dan yang paling penting itu argonomis, ada kenyamanan dan ada estetika,” imbuh creative enthusiast tersebut.

 

Estetika dapat terbentuk ketika sebuah desain mengandung design priciples di antaranya hierarchy, balance, alignment, emphasis, proportion, movement, negative space, contrast, repetition, varietas, dan unity. Adit tidak menjelaskan secara keseluruhan terkait design priciples.

 

“Saya yakin jika kita bisa menerapkan beberapa poin pasti desainnya akan bagus, di situ ada hierarchy, balance, alignment, emphasis, proportion, movement, negative space, contrast, repetition, varietas, dan unity,” tutup Adit (Azri)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id