Portal Berita Online YPTA 1945 Surabaya
Fakultas Teknik Untag Surabaya menekankan pentingnya sanitasi pada perancangan bangunan dalam kuliah tamu hasil kolaborasi Program Studi (Prodi) Teknik Sipil dan Arsitektur dengan PT. Graha Pilar Sentosa. Acara ini berlangsung di Ruang Auditorium Lt. 6 R. Ing Soekonjono, Untag Surabaya, (4/3/25)
Acara bertema ‘Menuju Generasi Emas, Membangun Hunian Sehat Melalui Peningkatan Sanitasi’ ini dihadiri oleh mahasiswa dari Prodi Teknik Sipil dan Arsitektur, Ketua Program Studi (Kaprodi) Arsitektur Untag Surabaya, Ir. Muhammad Faisal, S.T., M.T., Kaprodi Teknik Sipil Untag Surabaya, Faradlillah Saves, S.T., M.T., serta para dosen dari kedua program studi.
Dr. Ir. Sajiiyo, M.Kes., Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, dala, sambutannya menekankan bahwa kuliah tamu ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia akademisi dan industri (DUDI).
“Tidak cukup hanya dengan materi di kampus. Mahasiswa perlu mengembangkan soft skill seperti komunikasi, kerja sama, serta memahami isu-isu terkini. Anda semua adalah patriot dan kader bangsa. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kalian, terutama dalam memahami keterkaitan sanitasi dengan dunia industri dan mitra kerja,” tegas Sajiyo (4/3/25)
Membangun suasana lebih interaktif dan tidak kaku, acara diawali dengan perwakilan dari masing-masing prodi yang memandu jargon program studi mereka.
Kuliah tamu ini dimoderatori oleh Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan, S.T., M.T., Ph.D., IALI. Kaprodi Magister Arsitektur Untag Surabaya dan menghadirkan tiga pemateri dari PT. Graha Pilar Sentosa, yang memperkenalkan produk Biogar, sebuah Bio Septic Tank inovatif.
Biogar merupakan bio septic tank dengan sistem pengolahan limbah modern berbasis bakteri pengurai untuk mengolah kotoran menjadi air yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Materi pertama disampaikan oleh Maulana Putra Ramadhan, S.Psi, membahas tentang hunian sehat berdasarkan standar pemerintah.
“Sanitasi yang baik menunjang tumbuh kembang anak-anak. Air limbah yang tidak terfilter dengan baik dapat meningkatkan risiko stunting di Indonesia. Oleh karena itu, sanitasi yang sehat harus diuji secara berkala,” jelasnya (4/3/25)
Maulana juga menyoroti peran septic tank dalam mencegah kontaminasi air tanah, penyebaran patogen, serta mengurangi tempat berkembang biaknya lalat dan nyamuk.
Pentingnya sanitasi ini juga diperkuat oleh regulasi dalam Permenkes No. 2 Tahun 2023, yang mewajibkan setiap penghuni permukiman untuk menjaga kualitas air, udara, tanah, pangan, sarana, dan bangunan demi kesehatan masyarakat.
Materi kedua dibawakan oleh Elisa Harto, selaku Business Development Biogar, menjelaskan tentang hunian sehat dan perbedaan antara bio septic tank serta konvensional.
“Bio septic tank memiliki media filtrasi, lebih ramah lingkungan, mengurangi bau, tidak mencemari tanah, serta lebih praktis dalam pemasangan. Sedangkan septic tank konvensional memiliki keunggulan dalam biaya yang lebih murah dan fleksibilitas ukuran, tetapi berisiko mencemari tanah dan lebih sulit dalam perawatan,” ungkap Elisa (4/3/25)
Ia juga mengutip data UNICEF, yang menyebutkan bahwa hampir 70% sumber air minum rumah tangga di Indonesia tercemar limbah tinja. Indonesia bahkan menempati peringkat ketiga terburuk di Asia Tenggara dalam sistem sanitasi domestik setelah Laos dan Myanmar, dengan hanya 12% rumah tangga yang memiliki sanitasi aman.
Sesi terakhir diisi oleh Alfin, S.T., selaku PPIC Biogar, yang membahas teknis pemasangan dan cara kerja Biogar dalam mengolah limbah.
Mahasiswa tampak antusias dalam sesi tanya jawab, di mana tiga mahasiswa dengan pertanyaan terbaik mendapatkan hadiah dari Biogar. Mereka adalah Zidni Ilman Nafian, Achmad Firmansyah Nur Prawira Mandala (Prodi Arsitektur), dan Andika Aulia Putra (Prodi Teknik Sipil).
“Biasanya yang sering dibahas adalah produk atap atau baja ringan, sedangkan septic tank jarang sekali. Ini benar-benar pengalaman dan ilmu baru buat saya. Biogar ternyata sangat inovatif karena memiliki sistem filtrasi yang baik,” ujar Zidni Ilman Nafian, mahasiswa semester 4 Arsitektur (4/3/25)
Kuliah tamu ini menegaskan bahwa sanitasi yang baik merupakan fondasi utama dalam menciptakan hunian sehat. Dengan inovasi seperti Biogar, diharapkan pencemaran air tanah dapat dicegah dan lingkungan menjadi lebih sehat.
“Selain mendapatkan ilmu tentang pemasangan, saya juga memahami bagaimana mencegah septic tank meledak dan menjaga kualitas limbah yang dibuang. Semoga ilmu ini bisa diterapkan dalam perancangan rumah tinggal maupun bangunan kompleks lainnya,” tutup Nafi
Sebagai calon insinyur teknik sipil dan arsitektur, mahasiswa memiliki peran penting dalam menciptakan hunian yang sehat dan berkelanjutan. Sanitasi yang baik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi bagi lingkungan yang lebih bersih dan berkualitas.
Reporter