Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Animal Detector

  • 25 Maret 2021
  • AR
  • 284

Artificial Intelligence (AI) telah menjadi teknologi yang dikembangkan pada berbagai aplikasi. Bahkan bisa dikembangkan menjadi media pembelajaran yang menarik. Peluang ini dilirik Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Syahvril Aditya untuk memanfaatkan AI dalam membuat aplikasi pengenalan macam-macam hewan yang ia beri nama “Animal Detector”.


"Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah edukasi pengenalan hewan di Indonesia untuk siswa Sekolah Dasar, rentang usia 8-12 tahun," ungkap calon wisudawan prodi Teknik Informatika Untag Surabaya ini.


Dengan demikian, siswa dapat memahami materi secara lngsung tidak hanya belajar mengenai pengenalan hewan melalui buku saja. Pria yang hobi bermain musik ini mengungkapkan melalui aplikasi tersebut, pengguna cukup men-download dan install aplikasi pada smartphone-nya.


"Untuk mendeteksi suatu hewan, pengguna hanya perlu mengarahkan kamera atau scan objek hewan tersebut. Setelah itu, teknologi AI dari aplikasi memberikan informasi berbentuk suara mengenai nama dan jenis hewan," jelasnya.


Untuk keterangan masing-masing hewan, ia memilih membuat narasi sendiri sehingga lebih menarik. Syahvril menjelaskan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat mempermudah dalam pengenalan berbagai macam jenis hewan dengan cara menggunakan algoritma Convolutional Neural Network.


“Pengenalan hewan menggunakan teknologi Artificial Intelligence dan android ini dapat mengenalkan hewan secara realtime,” terangnya.


Hingga saat ini, Syahvril telah melakukan training dataset dengan 15 gambar hewan yakni singa, beruang, jerapah, burung merak, burung hantu, koala, kuda, Komodo, kelinci, gajah, harimau, orang hutan, kudanil, kanguru dan badak. Sulung dari empat bersaudara ini juga mengaku dapat membuat aplikasi pengenalan benda mati bukan hanya benda hidup seperti yang dilakukan pada penelitian kali ini.


“Semisal pada bangunan A nanti aplikasi dapat membantu menjelaskan sejarah bangunan itu," ujarnya.


Syahvril berharap karyanya akan mengedukasi secara positif untuk generasi penerus terutama untuk anak SD yang merasa jenuh dengan pembelajaran daring.


“Harapannya bisa dipakai untuk pembelajaran, pengennya memang bisa bekerjasama dengan sekolah-sekolah sehingga bermanfaat,” ungkapnya.


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Ria Ayu Oktavia

Jurnalis

BERITA TERKAIT

Isi Kokpit Mobil F1
  • 20 Maret 2013
  • 5483
8 Fitur Mengaggumkan Windows 8
  • 20 Maret 2013
  • 5248
Komputer Terkecil Di Dunia
  • 20 Maret 2013
  • 5307