Pahami Perbedaan Sakit Kepala dan Pusing Sebelum Berobat ke Dokter

  • 05 Februari 2021
  • YRS
  • 418

Sejauh ini masih banyak masyarakat yang menganggap sama antara pusing dan sakit kepala. Hal tersebut harus diluruskan, karena kesalahpahaman antara sakit kepala dan pusing dapat menyebabkan kesalahan dalam pengobatan. Maka dari itu, pemahaman ini sangat penting sebelum menyampaikan ke dokter ketika berobat.

 

Terkait sakit kepala sendiri menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari Klik Dokter, sakit kepala adalah kondisi di mana seseorang merasakan nyeri di seluruh atau sebagian area kepala, namun tidak mengalami sensasi berputar.

 

‘’Pada sakit kepala, orang tersebut tidak merasakan adanya gangguan keseimbangan dan tidak mengalami sensasi berputar,’’ ujar dokter yang kerap disapa dr. Ega tersebut. 

 

Rasa nyeri itu biasanya bersifat tajam, seperti ditindih benda berat atau diikat. Hal ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau perlahan. Untuk durasinya, sakit kepala berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. The International Headache Society membagi sakit kepala menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. 

 

Sakit kepala primer merupakan kondisi yang tidak diketahui jelas penyebabnya, seperti migrain, sakit kepala dan sakit kepala klaster. Sementara, sakit kepala sekunder adalah kondisi yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti cedera kepala dan infeksi.  

 

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan sakit kepala yaitu kurangnya waktu istirahat, terlalu banyak minum alkohol, terjadi benturan kepala yang cukup keras, Infeksi gigi atau rongga mulut, sinusitis dan infeksi saluran napas lainnya.

 

Sedangkan kepala pusing menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari Klik Dokter, pusing merupakan istilah yang menggambarkan perasaan kehilangan keseimbangan. Ada dua kondisi yang berhubungan dengan pusing, seperti kliyengan dan Vertigo.

 

Kliyengan atau Lightheadedness merupakan kondisi di mana pengidapnya merasa seperti ingin pingsan, pandangan terasa gelap, lemas, tidak dapat menjaga keseimbangan, mual, dan ingin muntah, namun tidak disertai sensasi berputar. 

 

Sementara Vertigo adalah kondisi di mana seseorang merasa dirinya atau sekelilingnya berputar, padahal sebenarnya tidak. Pada kondisi lebih lanjut, vertigo dapat menyebabkan rasa mual yang hebat dan muntah. Selain itu disertai gangguan keseimbangan saat berdiri.

 

Faktor pemicu terjadinya pusing adalah stress, merasa cemas, dehidrasi, kekurangan sel darah merah, kekurangan zat besi, kadar gula terlalu rendah, tekanan darah rendah, infeksi telinga bagian dalam, dan efek setelah migrain.

 

Sumber : klikdokter.com

 

 


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Y. RAKA S.

Jurnalis