UKM Lensa 17 Bagikan Teknik & Etika Fotografi Pada Anggota Baru

  • 15 November 2022
  • 647

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lensa 17 Untag Surabaya telah mengadakan Diklat 12-13 November 2022. Bertempat di ruang kelas F-304, acara tersebut bentuk penerimaan anggota baru secara resmi.

 

Pada kegiatan diklat tersebut menghadirkan beberapa fotografer sebagai pembicara. Nino Septa Iswahyudi salahsatu pemateri menjelaskan bahwa pentingnya memadukan seni fotografi dengan dunia akademisi.

 

“Selama ini yang orang tahu dunia fotografi terlepas dari pendidikan, saya ingin hal ini nantinya bisa berkaitan dengan akademisi yang paham tentang etika dalam foto,” ungkapnya.

 

Menyinggung materi pengenalan kamera yang menjadi fokus diskusi, fotografer yang sudah menggeluti dunia lensa kamera tersebut menekankan pentingnya menghadirkan sebuah emosi demi mewakili sebuah gambar yang dihasilkan.

 

“Untuk menghasilkan gambar yang berkualitas carilah sudut yang berbeda dari foto lainnya, selain itu ikatkan sebuah emosi saat memotret, dan ketika memilih lokasi yang diambil, lihat posisi dan waktunya” imbuh Nino.

 

Acara tersebut juga mendatangkan Eman A.A. Maliasen. Laki-laki yang akrab disapa Eman tersebut menjelaskan bahwa dalam fotografi tidak sekedar berbicara mengenai hasil pemotretan saja. Baginya fotografi juga menyangkut beberapa hal yang mendukung berlangsungnya pengambilan gambar.

 

“Fotografi itu tidak sekedar sebuah gambar, tapi apa yang ada didalamnya juga,” tegasnya.

 

Selain menjelaskan Teknik fotografi, Eman juga menerangkan bahwa menjadi fotografer yang beretika harus mengutamakan kepentingan umum, menghargai kehidupan pribadi seseorang, melindungi kehormatan korban kejahatan susila dan pelaku kriminal di bawah umur, tidak melakukan visualisasi sara, serta harus menghindari fitnah dan pencemaran nama baik. Sehingga pemilihan foto yang akan dimuat dan disimpan memiliki peran penting. Karena berpotensi akan berdampak besar bagi subjek foto tersebut.

 

“Penting apa yang kita foto harus dibedakan dengan apa yang kita muat. Jadi fotografi itu harus bebas tapi bertanggung jawab,” jelasnya.

 

Setiap bentuk subjek yang dicitrakan dalam bentuk foto dapat diinterpretasikan berbeda-beda, bergantung dari sudut pandang orang yang melihat. Sehingga penting dalam melakukan pemilahan foto terhadap gambaran kejadian pada berita.

 

“Pesan foto yang kita bagikan, jangan sampai terjadi suatu masalah yang terbentuk berlainan fakta yang terjadi pada kenyataannya,” pungkasnya. (Nabila)

 


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

BERITA TERKAIT

Samsung Resmi Rilis Galaxy S 4
  • 15 Maret 2013
  • 5991
Kuliah Di India Murah
  • 19 Maret 2013
  • 6047