Untag Surabaya Jadi Tuan Rumah Benchmarking Forkom LPPM Jawa Tengah

  • 13 Februari 2025
  • 105

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi tuan rumah kegiatan Benchmarking Forum Komunikasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Forkom LPPM) Perguruan Tinggi Jawa Tengah, pada Selasa 11 Februari 2025 di Auditorium Lt.6, Gedung R. Ing Soekonjono.


Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Jajaran Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., para Dekan Fakultas di lingkungan Untag Surabaya, Ketua LPPM Untag Surabaya, Aris Heri Andriawan, S.T., M.T, serta Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, dan Kepala Pusat Publikasi serta Kekayaan Intelektual Untag Surabaya.


Dalam sambutannya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA. menyambut hangat para delegasi yang hadir 


“Selamat datang di Untag Surabaya, perguruan tinggi swasta tertua di Jawa Timur. Kita sering bertemu dalam forum seperti ini, sehingga kita sudah seperti keluarga sendiri,” ujar Prof. Mulyanto (11/2)


Guru Besar Untag Surabaya itu juga menegaskan bahwa Untag Surabaya terus berkembang dalam berbagai aspek, baik akademik maupun infrastruktur. 


“Kami telah mencapai predikat unggul sejak 2018 dan terus mempertahankan status tersebut hingga kini. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas melalui strategi kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan,” tambahnya


Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa Untag Surabaya telah mencatat prestasi di tingkat nasional, menempati peringkat 53 dari 4.400 perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2019, dan naik ke peringkat 28 dalam pemeringkatan kemahasiswaan pada 2023.


Ketua LPPM Untag Surabaya, Aris Heri Andriawan, S.T., M.T., dalam pemaparannya menyampaikan profil dan kinerja LPPM Untag Surabaya. Ia menjelaskan bahwa LPPM Untag Surabaya saat ini dikelola oleh beberapa tim yang mencakup pusat penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi, inovasi, dan kewirausahaan.


“Sejak 2017, kami terus meningkatkan capaian hingga saat ini berada di klaster utama. Salah satu faktor utama dalam klasterisasi adalah produktivitas dosen dalam publikasi di jurnal bereputasi internasional,” ujarnya (11/2)


Dalam aspek pendanaan, LPPM Untag Surabaya mengelola hibah penelitian dan pengabdian dari berbagai sumber, termasuk internal yayasan, pemerintah daerah, serta kolaborasi internasional dari Kanada, Amerika Serikat, Belanda, Rusia, Jepang, Taiwan, Filipina, Thailand, dan Malaysia. Hingga tahun 2024, total hibah yang dikelola mencapai Rp68,8 miliar.


Untuk penelitian, meskipun sempat mengalami penurunan hibah akibat pandemi COVID-19, Untag Surabaya berhasil meningkatkan perolehan hibah pada tahun 2024, termasuk Rp1,4 miliar dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) dan Rp2,9 miliar dari dana non-Dikti, dengan total pendanaan internasional mencapai Rp19,2 miliar.


Pada bidang pengabdian masyarakat, Untag Surabaya menjalin kerja sama dengan berbagai daerah di Indonesia serta mitra luar negeri, seperti Universiti Sains Malaysia (USM) Malaysia. Salah satu program kolaboratif yang telah dilakukan adalah pengabdian di Kabupaten Mojokerto, serta partisipasi Untag Surabaya dalam program pengabdian di Malaysia. Total pendanaan untuk pengabdian masyarakat pada tahun 2024 mencapai Rp28,8 miliar.


Kegiatan benchmarking diakhiri dengan sesi tanya jawab yang membahas strategi peningkatan kualitas penelitian, inovasi dalam publikasi, serta optimalisasi pendanaan. Forum ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, guna meningkatkan kualitas akademik dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id