Portal Berita Online YPTA 1945 Surabaya
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya menghadirkan suasana berbeda dalam penggelaran yudisium tahun 2025. Beragam baju adat Nusantara mewarnai Ruang R. Soeparman Hadipranoto, Lt. 9 Graha Wiyata Untag Surabaya, pada 20 Februari 2025.
Sebanyak 447 mahasiswa resmi menyandang gelar akademik, terdiri dari 131 Sarjana dari Program Studi Akuntansi, 35 Sarjana Ekonomi Pembangunan, 198 Sarjana Manajemen, 43 Magister Manajemen, dan 40 Doktor Ilmu Ekonomi. Prosesi yudisium dimulai pukul 07.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran struktural FEB Untag Surabaya, anggota senat, para dosen, serta tenaga kependidikan.
Acara diawali dengan penampilan Tari Rupo Kembang dari Banyuwangi yang dibawakan oleh Cheryl Firdausi Pramita dan Dinda Amelia dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Untag Surabaya.
Suasana khidmat ketika Dekan FEB Untag Surabaya secara resmi membuka Rapat Terbuka Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan mengetukkan palu tanda dimulainya prosesi yudisium.
Selanjutnya, Wakil Dekan FEB, Dr. Ida Ayu Sri Brahmayanti, M.M., membacakan Surat Keputusan kelulusan mahasiswa FEB Untag Surabaya untuk periode II tahun 2024.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA. menekankan pentingnya membangun karakter patriot yang unggul dalam menghadapi tantangan global di bidang ekonomi dan bisnis.
“Tema yang kita angkat kali ini adalah Tangguh dan Gemilang: Membangun Karakter Patriot yang Unggul dalam Menghadapi Tantangan Global Ekonomi dan Bisnis. Ini mencerminkan tekad kita untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan inovatif, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Dunia ekonomi dan bisnis berkembang pesat dengan tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, kita membutuhkan lulusan yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai patriotisme dan integritas,” ujar Prof. Slamet (20/2)
Guru besar FEB Untag Surabaya itu juga menegaskan bahwa lulusan FEB Untag Surabaya memiliki tanggung jawab besar dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin di bidang ekonomi dan bisnis yang memiliki visi jangka panjang serta mampu beradaptasi dengan dinamika global. Tidak ada pilihan lain, kita harus go international. Saya berharap saudara-saudara semua terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan kemampuan untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin ketat. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan dan peluang,” tambahnya (20/2)
Keunikan lain dari yudisium kali ini adalah suguhan penampilan dari Tim Angklung Gita Nada, yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan FEB Untag Surabaya.
Suasana formal seketika berubah hangat dengan tepuk tangan meriah bahkan standing ovation dari para peserta yudisium yang mengapresiasi penampilan dosen-dosen mereka. Tidak hanya itu, hiburan lain berupa penampilan lagu dangdut dari tenaga kependidikan FEB Untag Surabaya semakin mencairkan suasana dan membuat mahasiswa merasa lebih rileks.
FEB Untag Surabaya juga memberikan apresiasi khusus kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Adhyasta Cakra Wihsnu Arsyana dari Prodi Akuntansi meraih IPK 3.92, Rezzylina Dwi A. dari Prodi Ekonomi Pembangunan memperoleh IPK 3.86, Aylsa Fidela Cahyarani dari Prodi Manajemen mencapai IPK 3.89, Anandio Triartomo dari Magister Manajemen dengan IPK 3.96, serta Muhammad Taufiq Hidayat dari Prodi Doktor Ilmu Ekonomi meraih IPK sempurna, 4.00.
Salah satu momen inspiratif dalam yudisium ini adalah sambutan dari perwakilan lulusan S3, Dr. Arief Budiman, B.S., M.M. Ia menekankan pentingnya memiliki kendali atas perjalanan hidup dengan konsep Life is by Design.
“Kitalah yang menentukan arah hidup kita, apakah akan sukses, biasa saja, atau gagal. Life is by design, kita yang merancang masa depan dan menentukan bagaimana kita memberi arti bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Miliki visi yang jelas, niat yang kuat, dan kesungguhan dalam setiap langkah. Hidup harus bermakna dan membawa perubahan. Semoga kita semua terus belajar, berkembang, dan memberi dampak positif bagi dunia,” ujar Dr. Arief (20/2)
Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, Dr. Arief Budiman, B.S., M.M., didampingi oleh lulusan terbaik dari masing-masing program studi, menyerahkan cendera mata kepada FEB Untag Surabaya.
Selain itu, dalam acara ini juga diumumkan mahasiswa dengan kostum terbaik, serta mahasiswa termuda dan tertua yang menjadi lulusan FEB Untag Surabaya 2024.
Yudisium FEB Untag Surabaya 2025 menjadi momen berharga bagi para lulusan untuk melangkah ke masa depan dengan ilmu, semangat patriotisme, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Dengan nuansa budaya yang kental, acara ini mencerminkan nilai keberagaman dan integritas.
Reporter