Portal Berita Online YPTA 1945 Surabaya
Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan ketakwaan. Dalam semangat kebersamaan, Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menggelar buka puasa bersama dengan tema Menjalin Silaturahmi & Merajut Kasih dalam Keberagaman pada Rabu, (12/3/25) di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.
Acara ini dihadiri oleh keluarga besar YPTA Surabaya, termasuk pejabat struktural, tenaga kependidikan, serta perwakilan dari SMPTAG dan SMATAG Surabaya. Turut hadir juga Rektor Wakil Rektor Untag Surabaya. Dengan mengenakan busana serba hitam, suasana kebersamaan semakin terasa dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Jakarta sejak pukul 17.00 WIB.
Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya rendah hati tanpa kehilangan kepercayaan diri.
“Mari saudara-saudara sekalian, tetap rendah hati, tetapi jangan pernah rendah diri. Kita harus bisa menempatkan diri dengan percaya diri, tetapi juga tidak sombong dan tetap saling menghormati di mana pun berada. Umur kita semakin bertambah, semoga bukan dosa yang bertambah, melainkan akhlak dan kebijaksanaan kita yang semakin baik,” ungkap J. Subekti (12/3/25)
Menjelang waktu berbuka, hadirin diajak menyimak tausiyah dari Moh. Jufri Ahmad, S.H., M.M., M.H., yang mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang harus disambut dengan kesiapan hati dan amal kebaikan.
“Alhamdulillah, setiap tahun kita dipertemukan dengan bulan yang penuh pesona ini. Separuh dari hidup kita selalu bertemu dengan Ramadhan, dan betapa ruginya jika kita menyia-nyiakan tamu agung ini. Oleh karena itu, mari kita menyambutnya dengan kesiapan hati dan memperbanyak amal baik,” tuturnya (12/3/25)
Ia juga menekankan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa, yang dicirikan oleh tiga hal:
1. Introspeksi diri
Kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang lemah di hadapan Allah. Oleh karena itu, kita harus selalu tunduk, tidak sombong, dan penuh rasa syukur.
2. Mensyukuri nikmat Allah
Pribadi yang luar biasa adalah mereka yang ridha terhadap pemberian Allah, sekecil apa pun itu. Syukur menjadi kunci keselamatan di hari perhitungan nanti.
3. Mengingat kematian
Kematian adalah sebuah kepastian. Allah mengingatkan manusia untuk selalu beramal dengan wahyu-Nya, karena setiap detik dalam hidup harus dimanfaatkan untuk kebaikan.
Terkait tema kebersamaan dalam keberagaman, Juzfi Achmad mengingatkan bahwa surga adalah impian setiap insan beriman. Namun, yang lebih penting bukan sekadar merindukan surga, melainkan menjadi golongan yang dirindukan oleh surga itu sendiri.
“Wajar jika manusia merindukan surga, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa menjadi golongan yang surga rindukan,” tegas Jufri
Menurutnya, ada empat golongan manusia yang dirindukan oleh surga, yaitu:
1. Orang yang mengkaji Al-Qur’an.
Mereka yang membaca, memahami, dan mengamalkan isi kitab suci tanpa keraguan akan mendapat tempat istimewa di sisi Allah.
2. Orang yang memberi makan kepada mereka yang membutuhkan.
Puasa mengajarkan empati dan kepedulian sosial. Rasa lapar yang kita rasakan seharusnya membangkitkan keinginan untuk berbagi.
3. Orang yang menjalankan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan.
Mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan yang tulus akan menjadi golongan yang dirindukan oleh surga. Bagi perempuan, menjalankan puasa dengan ikhlas bisa menjadi tiket menuju surga melalui pintu yang ia inginkan.
4. Orang yang menjaga lisannya.
Surga juga merindukan mereka yang mampu menjaga lisan dari ucapan yang menyakiti, mencaci, atau menyebarkan kebencian.
“Semoga kita termasuk dalam golongan yang dirindukan oleh surga dan mampu menjadikan Ramadhan ini sebagai momen untuk memperbaiki diri serta menumbuhkan akhlak yang lebih baik,” tutupnya
Setelah tausiyah, hadirin bersama-sama menyantap hidangan berbuka yang telah disediakan, menikmati momen kebersamaan dalam nuansa kekeluargaan yang erat. Acara ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya menjalin silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan memperbaiki diri di bulan penuh berkah ini.
Reporter