Portal Berita Online YPTA 1945 Surabaya
Dosen Untag Surabaya melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Galengdowo, yang merupakan lembaga di bawah pemerintahan Desa Galengdowo kabupaten Jombang. Pengabdian yang diketuai oleh Dwi Harini Sulistyawati, S.T., M.T., dengan anggota Luvia Friska Narulita, S.T., M.T., dan Dr. Dra. Ida Ayu Brahma Ratih, M.M., tersebut telah berlangsung pada bulan April 2019 hingga Oktober 2019 mendatang.
Ketua kelompok pengabdian, Dwi Harini Sulistyawati mengatakan bahwa sistem pengelolaan yang diterapkan di BUMDes Galengdowo masih manual dan dinilai kurang efisien. Karena hal tersebut Rini dan kelompoknya membuat sistem informasi yang diharapkan dapat mempermudah pengelolaan keuangan BUMDes Galengdowo.
‘’Saat ini hampir di setiap desa memiliki BUMDes. Pengelolaannya selama ini masih manual, termasuk juga di BUMDES Loh Jinawi di desa Galengdowo. Perangkat Desa Galengdowo dan pengelola BUMDes ingin supaya BUMDes bisa dibuat aplikasi yang terintregasi, transparan dan mudah diakses. Itulah alasan kami memilih PKM di BUMDES Galengdowo,’’ ungkap Rini.
Rini juga menyampaikan antusias serta respon anggota BUMDes Galengdowo ketika kegiatan pengabdian berlangsung. Menurutnya sistem tersebut selain transparansi pengelolaan keuangan, juga berfungsi untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diharapkan seperti human error.
‘’Anggota BUMDes sangat antusias dan kooperatif selama kegiatan berlangsung. Animo masyarakat cukup tinggi bahwa dengan adanya sistem atau aplikasi sangat membantu dan bermanfaat untuk transparansi serta mengurangi kesalahan perhitungan atau human error,’’ imbuh Dosen Program Studi Informatika tersebut.
Pengabdian akan berlanjut hingga Oktober mendatang dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan terhadap anggota BUMDes Galengdowo. Terkait apa yang telah dilakukan bersama kelompoknya, Rini berharap untuk ke depannya sistem tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga dengan adanya sistem tersebut dapat membantu pengelolaan manajemen keuangan desa secara otomatis, tidak lagi menggunakan sistem manual.
‘’Harapan kami, aplikasi atau sistem informasi yang kami buat bisa dimanfaatkan secara maksimal, bisa terus dikembangkan dan menjadi pioner untuk penerapan aplikasi BUMDes bagi desa-desa lainnya di Indonesia,’’ tutup Kepala Biro Akademik tersebut.
Reporter