Mahasiswa Semester 5 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Jeasson Oktavianus Gatur, mengembangkan pengalaman profesional di industri perhotelan internasional sebagai F&B Cost Management Trainee di Santiburi Koh Samui Resort, Thailand.
Kesempatan magang internasional tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Untag Surabaya dengan Walailak University, Thailand. Jeasson menjalani program selama enam bulan, terhitung sejak April hingga September 2026.
Informasi program tersebut pertama kali diketahui Jeasson secara tidak sengaja melalui unggahan Instagram yang muncul di berandanya. Ia kemudian tertarik karena program tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal industri pariwisata Thailand secara langsung sekaligus memperoleh pengalaman kerja di lingkungan internasional.
“Daya tarik utamanya adalah kesempatan untuk belajar langsung di pusat industri pariwisata Thailand. Saya ingin melihat bagaimana sebuah hotel bintang lima mengintegrasikan pelayanan kualitas tinggi dengan manajemen operasional yang efisien,” ujar Jeasson (01/10)
Untuk memperoleh kesempatan tersebut, Jeasson harus melalui proses seleksi bertahap yang diikuti sepuluh kandidat dari berbagai jurusan. Tahapan seleksi meliputi pembuatan motivation letter, wawancara dengan Badan Kerja Sama Untag Surabaya, penyaringan dokumen administratif berupa CV, transkrip nilai, dan portofolio, hingga wawancara teknis bersama manajemen Human Resources dan Department Head Santiburi Koh Samui.
Menurut Jeasson, tahap yang paling menantang adalah wawancara bersama departemen HR. Sejumlah pertanyaan menuntut kemampuan berpikir kritis, bukan sekadar pemahaman dasar mengenai pekerjaan. Di luar proses seleksi, pengurusan berbagai dokumen seperti paspor, SKCK, dan formulir imigrasi Thailand juga menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan ketelitian.
Selama menjalani magang, Jeasson ditempatkan di outlet The Beach House. Ia menjalankan tugas yang menghubungkan operasional pelayanan dengan pengendalian serta pelaporan keuangan. Tanggung jawabnya mencakup proses transaksi kasir, posting room charge ke folio tamu menggunakan sistem Infrasys POS, memantau potensi unpaid bill, hingga melakukan daily closing report kepada Accounting Department dan Front Office.
Pengalaman tersebut membuat Jeasson dapat menerapkan materi yang dipelajari selama perkuliahan secara langsung. Konsep Akuntansi Biaya, Sistem Informasi Akuntansi (SIA), dan pengendalian internal digunakan dalam aktivitas operasional sehari-hari, termasuk memantau efisiensi, mengurangi potensi pemborosan bahan, serta memastikan setiap transaksi tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penerapan ilmu Akuntansi di lapangan mengubah teori perkuliahan seperti Akuntansi Biaya, Sistem Informasi Akuntansi, dan Pengendalian Internal menjadi aksi bisnis yang nyata,” jelasnya.
Bekerja di lingkungan resort bintang lima juga membuat Jeasson berhadapan dengan ritme kerja yang cepat dan tuntutan ketelitian terhadap Standard Operating Procedure (SOP). Saat peak hours, misalnya, ia harus memastikan input pembayaran tetap akurat sembari menangani komplain tamu dan berkoordinasi dengan rekan kerja.
Tak hanya keterampilan teknis, pengalaman tersebut turut mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya. Jeasson beradaptasi dengan lingkungan kerja Thailand dengan mempelajari etika lokal, termasuk menggunakan salam wai, serta menghafalkan sejumlah kosakata dasar bahasa Thai untuk komunikasi sehari-hari.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi ketika menangani permasalahan seorang tamu asal Rusia hingga dapat diselesaikan. Setelah mendapatkan pelayanan tersebut, tamu memberikan apresiasi berupa pujian dan tip sebesar 300 Baht atau Rp159.696.
Setelah menuntaskan magang di Thailand, Jeasson mengaku pengalamannya semakin memperjelas arah karier yang ingin ditempuh. Ia tertarik mengembangkan karier di bidang Cost Control, Purchasing Accountant, maupun Financial Analyst, khususnya dalam industri perhotelan.
“Kesempatan tidak menunggu sampai kita sempurna, melainkan berpihak pada siapa yang siap dan berniat mengambilnya. Kuncinya adalah keberanian untuk mencoba. Jangan batasi kapasitas diri hanya di dalam kelas,” tuturnya.
Pengalaman Jeasson menjadi bagian dari upaya Untag Surabaya memperluas pengalaman profesional mahasiswa melalui program internasional. Kesempatan tersebut sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi kerja dan kemampuan beradaptasi di lingkungan lintas budaya. (Dini)