Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 pada Senin, 4 Mei 2026, di Lapangan Parkir Timur Fakultas Kedokteran (FK) Untag Surabaya. Peringatan ini diikuti oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta organisasi kemahasiswaan di lingkungan Untag Surabaya.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menyampaikan amanat Hari Pendidikan Nasional yang mengacu pada pesan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dengan peserta mengenakan seragam serentak berupa atasan putih dan bawahan hitam, serta kerudung merah bagi peserta perempuan. Sementara itu, petugas upacara dipercayakan kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Untag Surabaya.
Pada peringatan Hardiknas tahun ini, Untag Surabaya juga menerapkan inovasi baru dalam pelaksanaan kegiatan kampus. Untuk pertama kalinya, kehadiran peserta upacara tercatat melalui sistem fingerprint. Penerapan sistem ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi administrasi di lingkungan kampus sekaligus mendukung pencatatan kehadiran yang lebih tertib, akurat, dan efisien.
Dalam amanatnya, Harjo menyampaikan bahwa tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berdampak.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab institusi pendidikan atau pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama dari masyarakat, industri, keluarga, dan generasi muda. Dengan partisipasi semesta, kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan agar lebih relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Harjo.
Harjo menjelaskan, pesan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun ini sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam memperkuat pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang adaptif serta berdampak nyata bagi masyarakat. Transformasi pendidikan tinggi, lanjut Harjo, saat ini bertumpu pada tiga aspek utama, yakni perluasan akses pendidikan, penguatan kolaborasi kampus dengan berbagai sektor, serta pengembangan riset yang berorientasi pada solusi nyata.
“Perguruan tinggi harus mampu memperluas akses pendidikan tanpa diskriminasi ekonomi maupun geografis. Selain itu, kampus juga perlu hadir sebagai pusat inovasi yang menghasilkan solusi atas persoalan bangsa melalui kolaborasi dan riset yang berdampak,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya membangun budaya akademik yang mendorong Indonesia tidak hanya sebagai pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pencipta inovasi.
“Indonesia harus mampu melahirkan talenta unggul, peneliti, dan inovator yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Kampus memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap menghadapi tantangan global,” tambah Harjo.
Peringatan Hardiknas 2026 menjadi pengingat bagi civitas akademika Untag Surabaya bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berdampak bagi masa depan bangsa.
Reporter