Sebanyak 252 siswa kelas X SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya mengikuti Kegiatan Tengah Semester (KTS) bertema outdoor learning di kawasan Agrowisata Batu pada 15 Oktober 2025. Didampingi 13 guru pendamping, mereka merasakan suasana belajar yang berbeda, bukan di dalam kelas, melainkan langsung di tengah alam.
Udara sejuk pegunungan dan hamparan hijau perkebunan menjadi ruang belajar mereka hari itu. Setiap siswa tampak antusias mencatat penjelasan pemandu dan berinteraksi langsung dengan proses tanam serta pengolahan hasil pertanian. Pengalaman belajar di alam terbuka ini membawa mereka lebih dekat dengan praktik nyata kehidupan sehari-hari.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas, Sujarno, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penerapan pembelajaran otentik yang menekankan pengalaman nyata di lapangan.
“Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses belajar yang nyata. Mereka belajar bagaimana menanam, mengolah, dan memahami manfaat dari apa yang mereka pelajari. Melalui outdoor learning, siswa diajak memahami teori melalui praktik langsung dan pengamatan di lapangan,” ujar Sujarno (4/11).
Selama di Agrowisata Batu, kegiatan dibagi menjadi tiga bagian utama. Pertama, siswa mengikuti proses penanaman bunga stroberi, mulai dari menyiapkan media tanam hingga menanam bibit, sekaligus mempelajari manfaat dan cara budidayanya. Kedua, mereka diajak menanam buah melon dan memahami teknik penanaman hingga panen. Terakhir, siswa mempelajari pengolahan nata de coco dan mengenal potensi nilai tambah dari produk tersebut.
Pemilihan lokasi di Agrowisata Batu, lanjut Sujarno, bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai luas dan ideal untuk menampung seluruh peserta, sehingga kegiatan tetap berjalan tertib dan efektif.
“Tempatnya sangat mendukung kegiatan belajar luar ruangan. Semua siswa bisa terlibat tanpa ada yang tertinggal,” jelasnya.
Antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung pun tinggi. Mereka tampak aktif dan bersemangat mengikuti setiap sesi pembelajaran. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari para orang tua siswa.
“Respon dari siswa sangat baik sekali, tidak ada yang pasif. Orang tua pun mendukung sepenuhnya, termasuk saat dimintai biaya tiket masuk dan makan, mereka tidak keberatan sama sekali,” tuturnya.
Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga menanamkan nilai karakter seperti tanggung jawab, kerja sama, dan solidaritas. Setiap kelompok diberi tugas yang harus diselesaikan bersama, sehingga siswa belajar untuk saling membantu dan bekerja secara kolaboratif.
“Setiap kelompok harus menyelesaikan satu tugas bersama. Jadi tidak ada yang bekerja sendiri-sendiri. Alhamdulillah, hampir semua siswa bekerja sama dengan baik,” kata Sujarno
Program KTS di SMATAG telah berjalan selama empat tahun berturut-turut. Setiap tahunnya, sekolah memilih lokasi berbeda agar siswa memperoleh pengalaman baru. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah dilaksanakan di Purwodadi dan Surabaya.
Menurut Sujarno, kegiatan semacam ini akan terus dilanjutkan karena terbukti memberi dampak positif bagi perkembangan akademik maupun karakter siswa.
“Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan setiap tahun. Selama masih ada program pembelajaran luar sekolah, kami akan melaksanakannya. Melalui KTS, siswa bisa belajar bagaimana cara mempraktikkan teori di luar kelas dan memahami tanggung jawab mereka dalam kegiatan tersebut,” tutupnya
Kegiatan belajar di alam terbuka ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman siswa terhadap pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar, sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. (Gisela)