Penggunaan headset atau earphone kini menjadi bagian dari keseharian, baik untuk bekerja, belajar, maupun hiburan. Meski praktis, penggunaan headset dalam waktu lama bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada telinga dan area kepala.
Melansir dari Kementerian Kesehatan RI, penggunaan headset yang tidak sesuai aturan berpotensi menimbulkan masalah telinga bahkan ketulian permanen bila terus-menerus tanpa kontrol. Berikut tujuh risiko yang perlu diwaspadai:
1. Penurunan Pendengaran
Suara dengan intensitas tinggi dalam durasi lama dapat merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam (koklea). Karena sel ini tidak bisa beregenerasi, kerusakannya bersifat permanen dan bisa menyebabkan gangguan pendengaran progresif.
2. Telinga Berdengung (Tinnitus)
Mendengarkan musik dengan volume tinggi dapat memicu tinnitus, yaitu munculnya suara berdengung atau berdesis di telinga tanpa sumber nyata. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa kronis dan mengganggu konsentrasi.
3. Infeksi Saluran Telinga
Headset yang jarang dibersihkan atau digunakan bergantian bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. Mikroorganisme ini dapat masuk ke liang telinga dan menimbulkan infeksi, peradangan, serta rasa nyeri.
4. Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen)
Pemakaian headset yang menutup liang telinga terlalu lama bisa menghambat keluarnya kotoran, menyebabkan penumpukan serumen, pendengaran tersumbat, hingga risiko infeksi.
5. Nyeri Kepala dan Tekanan di Telinga
Penggunaan headset in-ear dengan volume tinggi secara terus-menerus dapat menimbulkan nyeri telinga, sakit kepala, serta ketegangan pada rahang dan leher akibat getaran suara yang konstan.
6. Kelelahan Sensorik dan Penurunan Konsentrasi
Telinga yang terus-menerus menerima suara tanpa jeda bisa menyebabkan kelelahan sensorik. Akibatnya, otak sulit fokus, cepat lelah, dan konsentrasi terganggu saat belajar atau bekerja.
7. Iritasi dan Luka di Area Telinga
Memakai headset saat tidur atau dalam posisi yang salah dapat menimbulkan iritasi, lecet, atau peradangan ringan di sekitar daun telinga. Jika tidak diistirahatkan, kondisi ini mengurangi kenyamanan dan kebersihan telinga.
Tips Aman Menggunakan Headset
Untuk menjaga kesehatan telinga, ada beberapa kebiasaan bijak yang bisa diterapkan:
• Gunakan aturan 60:60, yaitu volume maksimal 60 persen dan durasi pemakaian 60 menit per sesi. Setelah itu, beri istirahat minimal 10 menit agar telinga dapat beradaptasi.
• Rutin membersihkan headset dengan tisu alkohol atau kain lembap untuk mencegah penumpukan bakteri.
• Hindari menggunakan headset saat tidur atau di lingkungan bising yang mendorong volume tinggi.
• Pilih headset berkualitas dengan fitur noise cancelling agar suara tetap jernih tanpa harus menaikkan volume.
Kebiasaan bijak dan disiplin dalam menggunakan headset membantu menjaga kesehatan telinga meskipun aktivitas digital dilakukan setiap hari. (Dini)